Senin, 03 Agustus 2009

Ciri-ciri Suami Ideal

Suami ideal adalah suami yang memperlakukan istri dengan tuntunan syariat islam. Mereka itu sangat cakap dalam memenuhi hak-hak istrinya. Maka suami ideal itu adalah :

  • Membayar mahar istri dengan sempurna
  • Melapangkan nafkah istri dengan tidak bakhil dan tidak berlebih-lebihan
  • Memperlakukan istri dengan baik, mesra, dan lemah lembut
  • Meminta pendapat istri dalam urusan rumah tangga dan anak-anaknya
  • Bersenda gurau dengan istri tanpa berlebih-lebihan
  • Memaafkan kekurangan istri dan berterima kasih atas kelebihannya
  • Berpenampilan bersih, rapi, wangi di hadapannya
  • Membantu istri dalam tugas-tugas rumah tangga yang kadang tidak tertangani
  • Meringankan pekerjaan istri dengan seorang pembantu bila berkesanggupan
  • Meringankan pekerjaan istri dengan perlengkapan dapur dan rumah tangga yang memadai bila berkesanggupan
  • Menempatkan istri di tempat tinggal yang tidak bercampur dengan saudara ipar laki-laki
  • Memerintahkan istri memakai busana muslimah bila keluar rumah
  • Menemani istri bila bepergian
  • Tidak menyiarkan rahasia suami istri
  • Menjaga istri dari segala hal yang dapat menimbulkan fitnah kepadanya (istri)
  • Tidak membawa-bawa istri ke tempat-tempat maksiat
  • Memberi peringatan dan bimbingan yang baik bila istri lalai dari kewajibannya
  • Bila sampai harus memukul istri karena alasan yang syar’i, maka ia tidak memukul wajah dan anggota tubuh yang dapat meninggalkan kerusakan dan berbekas
  • Memuliakan dan menghubungkan silaturahmi kepada orangtua dan keluarga istri
  • Memanggil istri dengan panggilan kesukaannya
  • Bekerjasama dengan istri dalam taat kepada Allah SWT

Cemburunya Wanita

Al-Ghirah (rasa cenburu) merupakan fitrah dasar pada diri wanita yang mengalir di dalam dirinya dan berjalan di aliran darahnya. Maka wanita muslimah harus menjaga fitrah ini agar tidak terlumuri gangguan dan bisikan-bisikan setan. Dia harus mengekangnya dengan tali iman dan membelenggunya dengan ikatan takwa, agar rasa cemburu itu justru memberikan hasil yang baik, sehingga dia bisa memperoleh kebahagiaan di dunia dan di akhirat nanti.

Namun, jika seorang wanita memberi angin dan membuka peluang bagi rasa cemburu, maka dia akan dihadapkan pada resiko yang tidak enteng, setan akan menyeretnya kepada kedurhakaan kepada Allah dan mengundang kemarahan-kemarahan-Nya. Selanjutnya dia lebih suka berdusta, berbuat zhalim, melanggar kehormatan dan menyebarkan berbagai fitnah.

Kalau sudah begitu rumah tangganya tentu akan diselimuti kabut penderitaan, hatinya digayuti berbagai ilusi dan praduga-praduga yang berkepanjangan.

Cemburu tidak akan muncul kecuali ada rasa cinta. Selagi cinta ini kuat maka tingkat kecemburuan wanita kepada suaminya juga semakin kuat.

Berdasarkan ketentuan syariat, cemburu itu bisa di bagi menjadi dua macam yaitu :

Cemburu yang Terpuji

Cemburu ini adalah contoh cemburu yang sesuai dengan kitab Allah dan sunnah rasul-Nya. Diantara contoh-contoh yang terpuji adalah :

  • Cemburu terhadap hal-hal yang diharamkan Allah SWT
  • Cemburu terhadap kehormatan. Orang mukmin harus cemburu terhadap anggota keluarganya jika ada salah seorang diantara mereka yang mengotori kemuliaan atau kehormatan diri.

Rassulullah saw bersabda, “Tiga orang yang tidak akan masuk surga yaitu : orang yang durhaka terhadap kedua orang tuanya, duyuts (orang yang tidak cemburu terhadap kehormatan) dan wanita yang berperilaku kelaki-lakian” (HR. A-Bazzar)

  • Cemburu terhadap waktu. Waktu merupakan sesuatu yang paling berharga bagi ahli ibadah. Dia tentu akan cemburu jika kehilangan waktu. Sebab sekali saja kehilangan waktu, dia tidak akan dapat kembali lagi.

Cemburu yang Tercela

Cemburu yang tercela adalah cemburu yang pada kondisi-kondisi kejiwaan yang hina dan yang tidak dikekang oleh ketentuan-ketentuan syariat. Maka tidak heran jika pelakunya terseret kepada kebinasaan. Diantara contoh-contoh cemburu yang tercela adalah :

  • Rasa cemburu suami yang berlebih-lebihan terhadap istrinya, sehingga menimbulkan buruk sangka yang tidak bisa ditawar-tawar dan seakan-akan tidak ada keraguan lagi
  • Cemburu istri yang berlebih-lebihan terhadap suaminya, sehingga menyeretnya kepada perbuatan dosa dan maksiat, seperti ghibah, adu domba, dengki, iri dan dosa-dosa lainnya.

Cara Untuk Memperoleh Budi Pekerti yang Baik

“Tidaklah seseorang mengerjakan amal shaleh karena mengharapkan yang telah dijanjikan Allah dan membenarkan pahala yang akan diterima, kecuali Allah akan memasukkannya ke dalam surga’ (HR. Bukhari)

Allah berfirman,

“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula. (QS. Az-Zalzalah : 7-8)

“Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk” (QS. Hud : 114)

Karena itu, tolonglah orang yang mendapatkan bencana, berilah orang yang tidak mendapatkan rezeki, tolonglah orang yang dizalimi, berilah makan orang yang sedang kelaparan, berilah minum orang yang sedang kehausan, jenguklah orang yang sedang sakit, antarkan jenazah orang yang meninggal, hiburlah orang yang mendapat musibah. Tuntunlah orang yang buta, tunjukilah orang yang tersesat, hormatilah tamu yang datang. Berbuat baiklah kepada tetangga, hormatilah orang yang lebih tua dan kasihanilah orang yang lebih muda. Jangan pelit dengan makanan yang anda miliki, bersedekahlah dengan harta milik anda, haluskanlah tutur kata anda, dan janganlah anda menyakiti seseorang sebab itu akan menjadi sedekah bagi anda.

Nilai-nilai yang indah dan sifat-sifat yang tinggi tersebut akan membawa kebahagiaan dan kedamaian. Juga, dapat mengusir kesedihan, kesuntukan dan keresahan yang ada.

Demi Allah, sungguh budi pekerti yang bagus sekali. Jika budi pekerti itu adalah seorang pria, maka pastilah seorang lelaki yang gagah dan cakep, berbau wangi, namanya bagus, dan wajahnya selalu ceria.

CARA MERINGANKAN HISAB HARI AKHIR

Bagaimana caranya agar pada saat dimana dosa-dosa kita dihisab saat hari akhir kita mendapatkan keringanan? Gampang, caranya adalah dengan bermuhasabah.

Apa itu muhasabah? Muhasabah adalah aktivitas akal untuk senantiasa mengontrol apa yang dilakukan akal dan nafsu baik dan buruknya lalu mengingat pekerjaan apa yang kita lakukan seharian ini dilihat yang mana yang baik dan buruknya kalau ada hal yang buruk saat kita bermusabah kita harus segera bertaubat dan memperbaikinya, singkatnya muhasabah itu instropeksi diri.

Biasanya muhasabah itu dilakukan pada malam hari menjelang tidur karena pada esok harinya kita harus memperbaiki kesalahan yang kemaren, contohnya : apa ada janji yang belum kita tepati, saat kita dipuji ketika membaca Al-Qur’an kita jadi bangga, mengerjakan sesuatu karena ingin dipuji, sedekah saat orang banyak, pamer saat memakai baju baru atau ngedengar tetangga bergosip kita ikut menimpali. Biasanya hal -hal ini terutama ngegosip itu sering kita lakuin dengan menonton infotainment misalnya, itu dosa tetapi banyak yang tidak mengetahuinya.

Kenapa saya bilang menonton infotainment itu dosa :

  • Seorang muslim yang baik dia tidak akan menggunjingkan atau membicarakan keburukan orang lain terlebih lagi kita tidak mengenal orang tersebut, apa anda kenal dengan mayang sari? kenal sama dewi persik? tidak kan, lalu kenapa harus membicarakan apa-apa saja yang mereka lakukan? Tahukan anda bahwa dosa menggunjing, mengumpat orang itu dosanya jauh lebih besar daripada dosa seorang pezina? apa anda mau saat hari akhir nanti pahal-pahala yang susah payah anda kumpulkan dipindahkan kepada setiap orang-orang yang telah anda gosipin?
  • Seorang muslim yang baik dia tidak akan mencari-cari aib dan kesalahan orang lain untuk jadi bahan pembicaraan, untuk disebar luaskan. Apalagi ada seorang ibu yang saat ditanya kenapa ia suka menonton infotainment lalu ia mengatakan “soalnya kalo ga tau gosip terbaru saat ngumpul sama teman-teman nanti saya dikatain ga gaul”. Simple dan jelas bahkan hal ini tidak hanya dilakukan para wanita terkadang para pria pun suka menonton infotainment (hal yang paling tidak ada gunanya)
  • Seorang muslim yang baik dia akan selalu sibuk mencari-cari aibnya sendiri sehingga dia tidak sempat bahkan tidak peduli dengan aib orang lain.

Begitu banyak sekali dosa yang tidak disadari terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, lagi asyik nonton acara tv favorit dengar suara adzan magrib lalu anda berkata “ah besok juga masih ada magrib kalo acara ini kan cuma ada hari ini”.

Sadarkah anda bahwa setiap lirikan mata kita, gerakan tangan, kaki, semua yang kita lakukan secara sadar ataupun tidak, semuanya tercatat dalam sebuah kitab dimana isi kitab itulah yang akan kita pertanggung jawabkan kelak di hadapan Allah SWT. Apa yang anda jawab saat anda ditanya kenapa anda lebih memilih menonton tv daripada mengerjakan shalat? kenapa anda membicarakan keburukan orang lain? kenapa anda melakukan seks bebas? apa anda berani mengatakan hal yang sejujurnya saat neraka terlihat jelas di depan mata anda?

Itulah alasannya kenapa muhasabah itu begitu penting karena jiwa kita tidak akan baik kalo kita tidak bermuhasabah. Allah telah berfirman,

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat) dan bertakwalah kepada Allah” (QS. Al-Hasyr: 18)

Mari kita lakukan muhasabah setiap malam, mengingat dan menyesali hal-hal buruk yang telah kita lakukan segera memohon ampunan kepada Allah sebelum terlambat, jangan sampai malaikat maut terlebih dahulu datang menghampiri sebelum taubat kita laksanakan. Rasulullah saw bersabda “hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab, maka timbanglah amal kalian dengan syariat ini sebelum amal kalian ditimbang”

Cara Menghadapi Pendengki

  • Ia harus membaca doa-doa yang sifatnya memohon perlindungan (mu’awwidzat), dzikir-dzikir dan doa apa saja.

“dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki” (QS. Al-Falaq : 5)

  • Ia harus menyembunyikan rahasianya terhadap orang yang mendengki.

“janganlah kamu (bersama-sama) masuk dari satu pintu gerbang, dan masuklah dari pintu-pintu gerbang yang berlain-lain; namun demikian aku tiada dapat melepaskan kamu barang sedikitpun dari pada (takdir) Allah. Keputusan menetapkan (sesuatu) hanyalah hak Allah; kepada-Nya-lah aku bertawakkal dan hendaklah kepada-Nya saja orang-orang yang bertawakkal berserah diri” (QS. Yusuf : 67)

  • Ia harus menjauhi si pendengki itu

“dan jika kamu tidak beriman kepadaku maka biarkanlah aku (memimpin Bani Israil)”. (QS. Ad-Dukhan : 21)

  • Ia harus berbuat baik kepadanya untuk meredam kemungkinan kejahatan yang ia lakukan

“Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia” (QS. Fushshilat : 34)

Cara Mengenal Allah

Bagaimana ciri-ciri orang yang mengenal Allah? Kalau orang yang mengenal Allah setiap dia mengalami suatu masalah pasti masalah itu akan dikembalikan kepada Allah, berdoa dan mengadu kepada Allah karena hanya kepada Allahlah kita akan kembali.

Anda dapat mengenal Allah melalui Al-Qur’an, bahkan ada satu surat dimana Allah menjelaskan siapa diri-Nya, coba anda lihat Al-Qur’an surat Maryam – 65 yang berbunyi :

“Tuhan (yang menguasai) langit dan bumi, dan apa-apa yang ada diantara keduanya, maka sembahlah Dia dan berteguh hatilah dalam beribadah kepada-Nya. Apakah kamu mengetahui ada seorang yang sama dengan Dia (yang patut disembah?)”

Betapa indah dan tegasnya ayat tersebut, bahkan selain menjelaskan tentang siapa Allah ayat tersebut juga menjelaskan apa kewajiban kita sebagai seorang hamba kepada Sang Pencipta yaitu beribadah kepada-Nya, dan sampai kapan kita harus terus beribadah? sampai kita MATI.

Ibadah memiliki syarat agar ibadah itu di kategorikan sebagai ibadah yang benar yaitu :

  • Ikhlas, ikhlas melaksanakan ibadah karena Allah
  • Sesuai dengan syariat yaitu sesuai Al-Qur’an dan hadist jadi kalau tidak ada di dalam Al-Qur’an dan Hadist jangan dikerjakan karena bid’ah hukumnya haram dan amalannya akan tertolak

Pokok-pokok ibadah ada 3 yaitu :

  • Mahabbah (rasa cinta)

Bagaimana caranya kita mencinta Allah? dengan mencinta semua perkara yang Allah cintai dan membenci semua perkara yang dibenci Allah. Allah berfirman,

“Katakanlah: Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai lebih kamu cintai daripada Allah dan rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik” (QS. At-Taubah: 24)

“(Yaitu) orang-orang yang beriman kepada Allah dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah lah hati menjadi tentram” (QS.Ar-Rad: 28)

  • Khauf (rasa takut)

Rasa takut adalah kondisi jiwa yang tersiksa karena disebabkan takut kepada Allah, jika anda melakukan ibadah harus didasari rasa takut kepada Allah bukan kepada atasan atau bos di kantor dimana ibadah dilakukan karena bos di kantor rajin shalat jadi shalatnya supaya dilihat oleh bos bukan karena takut kepada Allah, Allah berfirman,

“Janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu benar-benar orang yang beriman” (QS.Ali Imron: 17 5)

“Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku” (QS.Al-Maidah: 44)

“Hanya kepada-Ku lah kamu harus takut (tunduk)”. (QS. Al-Baqarah: 40)

Ada beberapa cara untuk menumbuhkan rasa takut :

  1. Rasa takut bisa timbul jika anda mengetahui betapa kerasnya hukuman Allah kepada orang-orang yang bermaksiat.
  2. Rasa takut bisa timbul dengan mengingat masa lalu dimana, saat waktu-waktu anda yang berharga anda gunakan untuk bermaksiat dan membandingkannya dengan masa saat anda dekat kepada-Nya.
  3. Rasa takut bisa timbul jika kita mengenali sifat-sifat Allah
  4. Menumbuhkan ketakutan dengan kondisi taubatnya apakah diterima atau tidak? dan takut kalau-kalau akan diakhirkan dengan kondisi su’ul khatimah.
  • Ar-Raja (harapan)

Ar-raja adalah sikap berharap agar Allah membalas perbuatan anda dengan pahala dan mengharapkan akan diampuni dosa-dosanya dan mengharap datangnya rahmat Allah. Allah berfirman,

“Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan)” (QS. Al-A’raf: 56)

“Orang yang beribadah di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya?” (QS. Az-Zumar: 9)

“Maka kami perkenankan doanya dan kami anugerahkan kepadanya yahya dan kami jadikan istrinya dapat mengandung. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas” (QS. Al-Anbiya: 90)

Harapan sendiri terbagi menjadi 3 yaitu:

  1. Harapan seseorang yang taat kepada Allah agar amal perbuatannya diterima Allah, diberi pahala kepada kemenangan surga dan dihindarkan dari siksa neraka.
  2. Harapan seseorang yang berdosa dan bertaubat agar kiranya Allah mengampuni dosa-dosanya dan memaafkan kesalahan mereka.
  3. Harapan seseorang yang berpanjang-panjang dalam meremehkan agama sambil terus bermaksiat dengan mengharapkan ampunan Allah sementara dia terus melakukan maksiat (meremehkan yang wajib dan melakukan yang haram). Harapan yang terakhir ini adalah harapan yang sia-sia

Allah berfirman,

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah” (QS. Al-Baqarah: 218)

“(Pahala dari Allah) itu bukanlah menurut angan-anganmu yang kosong dan tidak (pula) menurut angan-angannya ahli kitab. Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dari kejahatan itu dan ia tidak mendapat pelindung dan tidak (pula) penolong baginya selain dari Allah” (QS. An-Nisa: 123)

Cara Mendidik Anak yang Baik Sesuai Al-Qur’an

Berikut ini adalah nasehat luqman kepada anaknya

  • Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji”.(QS Luqman : 12)
  • “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”. (QS. Luqman :13)
  • Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun . Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. (QS. Luqman :14)
  • Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (QS. Luqman :15)
  • Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui. (QS. Luqman :16)
  • Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). (QS. Luqman :17)
  • Dan janganlah memalingkan muka dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. (QS. Luqman :18)
  • Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai. (QS. Luqman :19)
  • Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan)mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu ni’mat-Nya lahir dan batin. Dan di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan.(QS. Luqman :20)
  • Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Ikutilah apa yang diturunkan Allah”. Mereka menjawab: “(Tidak), tapi kami (hanya) mengikuti apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya”. Dan apakah mereka (akan mengikuti bapak-bapak mereka) walaupun syaitan itu menyeru mereka ke dalam siksa api yang menyala-nyala (neraka)? (QS. Luqman :21)
  • Dan barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang kokoh. Dan hanya kepada Allah-lah kesudahan segala urusan. (QS. Luqman :22)
  • Dan barangsiapa kafir maka kekafirannya itu janganlah menyedihkanmu. Hanya kepada Kami-lah mereka kembali, lalu Kami beritakan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati. (QS. Luqman :23)
  • Kami biarkan mereka bersenang-senang sebentar, kemudian Kami paksa mereka (masuk) ke dalam siksa yang keras. (QS. Luqman :24)
  • Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?” Tentu mereka akan menjawab: “Allah”. Katakanlah: “Segala puji bagi Allah”; tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. (QS. Luqman :25)
  • Kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan yang di bumi. Sesungguhnya Allah Dia-lah Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji. (QS. Luqman :26)
  • Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah . Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. Luqman :27)
  • Tidaklah Allah menciptakan dan membangkitkan kamu (dari dalam kubur) itu melainkan hanyalah seperti (menciptakan dan membangkitkan) satu jiwa saja . Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (QS. Luqman :28)
  • Tidakkah kamu memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan Dia tundukkan matahari dan bulan masing-masing berjalan sampai kepada waktu yang telah ditentukan, dan sesungguhnyaAllah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Luqman :29)
  • Demikianlah, karena sesungguhnya Allah, Dia-lah yang hak dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain dari Allah itulah yang batil; dan sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar. (QS. Luqman :30)
  • Tidakkah kamu memperhatikan bahwa sesungguhnya kapal itu berlayar di laut dengan ni’mat Allah, supaya diperlihatkan-Nya kepadamu sebagian dari tanda-tanda (kekuasaan)-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi semua orang yang sangat sabar lagi banyak bersyukur. (QS.Luqman :31)
  • Dan apabila mereka dilamun ombak yang besar seperti gunung, mereka menyeru Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai di daratan, lalu sebagian mereka tetap menempuh jalan yang lurus . Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami selain orang-orang yang tidak setia lagi ingkar. (QS. Luqman :32)
  • Hai manusia, bertaqwalah kepada Rabbmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikitpun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah”. (QS. Luqman :33)
  • Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok . Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS. Luqman :34)

CARA MENANGGULANGI SIFAT RAKUS DAN TAMAK

Jika datang kepadamu celaan tentang diriku karena kekuranganku

itu adalah bukti yang menunjukkan

bahwa aku adalah orang yang sempurna

Sifat rakus dan tamak dapat membinasakan pelakunya. Cara menanggulangi kedua penyakit ini terdiri dari obat racikan yang komposisinya sebagai berikut :

  • Terapkan pola hidup ekonomis dan tidak berlebihan dalam berbelanja, kecuali hanya seperlunya. Barangsiapa yang konsumtif dalam berbelanja, maka ia tidak akan pernah merasa cukup, bahkan akan dikuasai oleh watak kikir dan tamak. Pola hidup ekonomis merupakan pokok qana’ah (merasa puas dengan apa adanya). Dalam sebuah hadist disebutkan :

“Sikap ekonomis adalah separuh dari penghidupan”

  • Janganlah anda terlalu mencemaskan masa depan, tetapi tanggulangilah perasaan ini dengan tidak banyak berandai-andai dan dengan iman bahwa rezeki yang telah ditakdirkan untuk anda pasti akan datang kepada anda dengan sendirinya.
  • Bertakwalah kepada Allah SWT, sebab Allah SWT telah berfirman dalam Kitab-Nya:

“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tak disangka-sangka” (QS. Ath-Thalaaq : 2-3)

  • Kenalilah kebaikan yang terkandung dalam sifat qana’ah sehingga anda hidup mulia, tidak memerlukan pertolongan orang lain, dan kenalilah keburukan yang terkandung dalam sikap rakus dan tamak, yaitu membawa kehinaan bagi pelakunya. Selanjutnya, belajarlah banyak hal dari hal tersebut.
  • Sering merenungi kisah kehidupan para nabi dan orang-orang yang shalih, sifat qana’ah mereka, kesederhanaan pola hidup mereka, dan rasa antusias mereka kepada pahala amal shalih yang kekal, lalu jadikanlah mereka sebagai teladan anda.
  • Perhatikanlah keadaan orang sebawah anda dala berbagai urusan duniawi.

Orang berakal tidak akan bosan

untuk meraih manfaat berpikir

tidak putus asa dalam menghadapi keadaan

dan tidak akan pernah berhenti

dari berpikir dan berusaha

BUANGLAH RASA CEMAS


Tak usah bersedih, karena Rabb-mu berfirman,

“Bukankah Kami melapangkan untukmu dadamu” (QS. Al-Insyirah: 1)

Pesan ayat ini bersifat umum untuk setiap orang yang menerima kebenaran, melihat cahaya dan menempuh hidayah. Allah juga berfirman,

“Maka, apakah orang-orang yang dibukakan hatinya oleh Allah untuk (menerima) agama islam lalu ia mendapat cahaya dari Rabb-nya (sama dengan orang yang membatu hatinya)? Maka, kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya” (QS. Az-Zumar: 22)

Maka dari itu, menjadi jelas bahwa ada kebenaran yang akan melapangkan dada dan ada kebatilan yang akan membuat hati menjadi keras.

Allah berfirman,
“Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk) islam” (QS. Al-An’am: 125)

Ini menandakan bahwa islam merupakan suatu tujuan yang hanya dapat dicapai oleh orang yang memang dikehendaki Allah.

“Janganlah kamu bersedih sesungguhnya Allah bersama kita” (QS. At-Taubah: 40)

Demikianlah Allah berfirman. Dan kalimat seperti ini hanya akan diucapkan oleh orang yang sangat yakin dengan pengawasan, perlindungan, kasih sayang dan pertolongan Allah.

“(yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: “sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka”, maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: ‘cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung’.” (QS. Ali Imran: 173)

Yakni, bahwa pemenuhan dan perlindungan Allah sudah sangat cukup bagi kita.

“Hai Nabi, cukuplah, cukuplah Allah (menjadi pelindung) bagimu dan bagi orang-orang mukmin yang mengikutimu” (QS. Al-Anfal: 64)

Dan, siapapun yang menempuh jalan tersebut akan memperoleh kemenangan sebagaimana yang disebutkan dalam ayat tersebut.

“Dan, bertawakallah kamu kepada Allah Yang Maha Hidup (Kekal) Yang tidak mati” (QS. Al-Furqan: 58)

Yakni, selain Allah akan mati, tidak akan hidup selamanya, akan sirna dan tak abadi. Dan derajatnya pun rendah dan tidak mulia.

“Bersabarlah (hai Muhammad) dan tidaklah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah dan janganlah kamu bersedih hati terhadap (kekafiran) dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang berbuat kebaikan” (QS. An-Nahl: 127-128)

Ayat ini melukiskan tentang bagaimana penyertaan khusus Allah terhadap para wali-Nya, yakni dengan cara selalu menjaga, mengawasi, membantu dan melindungi mereka sesuai dengan kadar ketakwaan dan jihad mereka.

“Dan, janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman” (QS. Ali Imran: 139)

Maksudnya adalah ketinggian tingkat ubudiyah dan kedudukannya di sisi Allah.

“Mereka sekali-kali tidak akan dapat membuat mudharat kepada kamu, selain dari gangguan-gangguan celaan saja, dan jika mereka berperang dengan kamu, pastilah mereka berbalik melarikan diri ke belakang (kalah). Kemudian mereka tidak mendapat pertolongan” (QS. Ali Imran: 111)

“Allah telah menetapkan: ‘Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menang’. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa” (QS. Al-Mujadilah: 21)

“Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat)”. (QS. Al-Mu’min: 51)

Bentuk ketetapan pada kalimat ini merupakan janji Allah yang tidak akan pernah diingkari dan tidak akan pernah ditunda.

“Dan, aku menyerahkan urusanku kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. Maka, Allah memeliharanya dari kejahatan tipu daya mereka, dan fir’aun beserta kaumnya dikepung oleh azab yang amat buruk’ (QS. Al-Mu’min: 44-45)

“Dan hanya kepada Allah-lah orang-orang mu’min bertawakal” (QS. Ali Imran: 122)

Janganlah bersedih! Anggap saja diri anda tidak akan hidup kecuali hari ini saja, sehingga mengapa anda harus bersedih dan marah pada hari ini?

Jangan larut dalam kecemasan-kecemasan di luar hari ini. Kerahkan segala kemampuan untuk hari ini. Berbuatlah semaksimal mungkin, dan pusatkan konsentrasi anda untuk melakukan sesuatu dengan cara meningkatkan kualitas moral, menjaga kesehatan, dan memperbaiki hubungan dengan sesama.

Cara Menjadi Istri yang Paling Bahagia


Mudah-mudahan Allah mendatangkan kemudahan

sesungguhnya setiap harinya

Dia mempunyai urusan berkenaan dengan makhluk-Nya

Diwajibkan bagi seorang wanita untuk menyambut dengan baik kedatangan suaminya saat suaminya kembali dari tempat kerjanya. Janganlah sampai sang istri ikut larut dengan keadaan suaminya manakala menjumpai suaminya dalam keadaan murung atau lelah. Bahkan sebaliknya, ia harus segera menyambutnya dan memenuhi segala keinginannya dalam keadaan apapun, tanpa menanyakan penyebab kesempitan atau kelelahannya begitu suaminya sampai ke rumah. Bila suaminya tenang dan menanggalkan pakaian kerjanya serta mengenakan pakaian rumahnya, adakalanya ia langsung mengadukan keluhannya kepada sang istri penyebab yang mengeruhkan pikirannya. Jika sang suami diam saja dan tidak menceritakan kondisi yang dialaminya, tidaklah mengapa bagi pihak istri bila menanyainya, tetapi dengan nada yang menunjukkan bahwa ia sangat memperhatikan keadaan suaminya dan merasa khawatir dengan keadaan suaminya yang pulang dalam keadaan seperti itu.

Apabila pihak istri mempunyai kemampuan untuk membantu memecahkan problem yang mengeruhkan pikiran dan menyempitkan dada suaminya, sebaiknya istri segera melakukannya, karena sikap seperti ini akan banyak meringankan beban suaminya. Karenanya, suaminya akan merasakan bahwa di dalam rumahnya terdapat permata yang berharga, bahkan jauh lebih berharga daripada permata manapun yang ada di dunia.

Amalan Terlarang Seputar Do’a


Kepada selain Allah

وَلاَ تَدْعُ مِن دُونِ اللّهِ مَا لاَ يَنفَعُكَ وَلاَ يَضُرُّكَ فَإِن فَعَلْتَ فَإِنَّكَ إِذًا مِّنَ الظَّالِمِينَ

Dan janganlah kamu menyembah apa-apa yang tidak memberi manfaat dan tidak (pula) memberi mudharat kepadamu selain Allah; sebab jika kamu berbuat (yang demikian), itu, Maka Sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang zalim

Meminta keburukan

“Janganlah kalian mendoakan diri kalian kecuali sesuatu kebaikan, sesungguhnya melaikat itu akan mengamini apa yang kalian katakan” (HR.Muslim)

Memohon kematian

“Janganlah salah seorang dari kalian berangan-angan untuk mati karena bahaya yang menimpanya. Jika harus berangan-angan aka hendaklah ia mengatakan “Ya Allah hidupkanlah aku apabila kehidupan ini baik bagiku dan matikanlah aku apabila keatian itu baik bagiku” (HR.al-Bukhari dan Muslim)

Mengharap bertemu musuh

“Wahai manusia janganlah engaku berharap bertemu dengan musuh dan mintalah kepada Allah keselamatan, jika kamu bertemu mereka (para musuh) maka bersabarlah dan ketahuilah bahwa surga itu berada di bawah naungan pedang” (HR. Muslim)

Berlebihan dalam berdoa

ادْعُواْ رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً إِنَّهُ لاَ يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

Berdo’alah kepada Rabbmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas

Tetap bermaksiat

“… kemudian ia menyebut seorang laki-laki yang sedang dala perjalanan jauh, badannya penuh debu dan rambutnya kusut, ia enengadahkan tangannya ke langit seraya berkata`Wahai Rob, Wahai Rob` sementara makanannya haram, minumannya haram dan apa yang ia pakai haram, bagaimana doanya dikabulkan?” (HR Muslim)

Al-Qur’an vs Majalah Porno dan Maksiat

Jangan sampai kalian bersedih hati

terhadap apa yang luput dari kalian

dan jangan pula kalian bangga

dengan apa yang telah kalian dapatkan

Barangsiapa yang mengatakan kepada kita bahwa musik yang melalaikan, nyanyian yang konyol, serial yang merusak, pertunjukan teater yang merosot, majalah yang porno, dan film yang tidak bermoral, dapat memberikan kebahagiaan dan kesenangan pada kita, maka orang itu telah berbohong. Sesungguhnya semua sarana tersebut justru merupakan sumber kesengsaraan, jalan kedukaan, dan pintu kesusahan, pengakuan dari berbagai pihak yang pernah merasakan dan mengenalnya, kemudian bertobat darinya.

Oleh karena itu, menjauhlah dari kehidupan yang celaka lagi menyengsarakan ini, yaitu kehidupan orang-orang yang suka dengan main-main dan melakukan hal-hal yang tidak berguna lagi menyimpang dari jalan Allah yang lurus. Isilah waktu-waktu kita dengan membaca Al-Qur’an secara khusyu’ dan buku yang bermanfaat, mendengar nasehat yang menyentuh dan khutbah yang menggugah, mengeluarkan shadaqah yang menguntungkan, dan melakukan tobat yang benar. Bergabunglah dengan majelis-majelis pengajian dan perkumpulan dzikir. Mudah-mudahan Allah menerima tobat kita sehingga kalbu kita akan dipenuhi dengan ketenangan, keamanan, dan ketentraman.

Kalbu yang bersih adalah

kalbu yang tidak mengandung syirik, tipuan, dengki

dan iri hati di dalamnya

Akibat Mengeluh dan Selalu Tidak Puas

Barangsiapa yang takut mendaki gunung yang tinggi

niscaya akan hidup selamanya diantara galian yang dalam

Salah seorang diantara mereka yang banyak pengalamannya mengatakan:

“Saat aku berusia 20 hingga 30an tahun, aku terbiasa dengan sikap berang, tidak puas, dan suka mengeluh, padahal saat-saat itu hidupku berlimpah dengan kesenangan. Demikian itu karena aku tidak mengetahui kebahagiaanku. Aku tidak mengetahui bahwa sebenarnya aku hidup bahagia.

Sekarang saat kulampaui usia 60 tahun, kuketahui dengan yakin bahwa betapa bahagianya aku saat kuberada di usia 20 hingga 30an tahunku. Akan tetapi kesadaranku itu baru kurasakan sesudah nasi menjadi bubur, hingga tinggal kenangan semata, yaitu kenangan yang hanya tinggal penyesalan di masa kini. Seandainya aku menyadari hal tersebut pada saatnya, tentulah kehidupanku penuh dengan kegembiraan yang besar dan pastilah aku tidak mengenal apa artinya keluhan atau rasa tidak puas saat usiaku berada di puncak kemudaan yang ceria. Aku juga pasti tidak akan menutupi kebahagiaanku yang sedang mekar-mekarnya itu, yang hanya baru dapat kurasakan saat sekarang, saat usiaku sudah layu”.

Oleh karena itu, kusarankan kepada para pembaca yang budiman “Nikmatilah kebahagiaan anda dengan gembira dan penuh perasaan serta resapilah dengan segenap perasaan anda kesegaran yang memekar di hadapan anda. Lupakanlah semuanya dan janganlah anda lihat sisi lainnya yang menampilkan kelemahan anda, sehingga anda menjadi mangsa bagi keadaan yang penuh dengan keluhan dan ketidakpuasan. Kalau anda tidak bersikap menunggu sehingga masa sekarang yang penuh kebahagiaan itu menjadi masa lalu, anda pasti akan menangisinya dengan airmata. Anda akan melihat pada saatnya bahwa betapa bahagianya anda saat itu. Akan tetapi anda tidak dapat merasakannya dan tidak dapat melihatnya dan tiada lain yang ada di hadapan anda sesudah segalanya berlalu, kecuali hanya penyesalan dan kesedihan yang anda reguk di penghujung usia anda yang sudah layu”.

Seorang wanita dapat mengubah rumah tangga menjadi surga

sebagaimana ia dapat pula mengubahnya

menjadi neraka yang tak tertahankan

Jumat, 31 Juli 2009

Akibat dari Pergaulan Bebas

Dalam sebuah angket tertanggal 12 Juni 2009, atas nama Bunga (20 tahun) di kota X tertulis penuturan seperti ini :

“Saya sudah pernah melakukan senggama. Pertama kali saya melakukannya dengan pacar saya ketika berusia 18 tahun. Selama berpacaran, saya melakukan semua hal, mulai dari saling mengunjungi, jalan berduaan, cium pipi, cium bibir, pegang buah dada, pegang alat kelamin sampai pada senggama. Menurut saya, hubungan seks di luar nikah adalah normal, asalkan bisa menanggung resikonya

Mengenai akibat dari senggama, Bunga mengatakan tidak masalah. “Kehamilah bisa dicegah dengan obat alat kontrasepsi atau pantang berkala. Kalaupun terjadi kehamilan yang tidak diinginkan, kandungan itu digugurkan saja” tuturnya ringan. Dengan pandangan seperti itu, Bunga melakukan senggama dengan pacarnya kira-kira 1 bulan sekali. Naudzubillah …

Dengan demikian, tak heran jika angka aborsi terus meningkat setiap tahunnya. Hal ini jelas bertentangan dengan hati nurani manusia. Orang lain pun dilibatkan, misalnya dokter atau bidan yang membuat mereka melawan hati nuraninya dan juga melanggar kode etik kedokteran maupun sumpah jabatan. Kesalahan dua orang mengakibatkan orang-orang professional menjadi pembunuh bayaran.

Belum lagi, dengan bayi-bayi yang dibuang karena kelahiran yang tak diinginkan. Hal ini tentu membuat kita terenyuh dan prihatin, betapa tidak berharganya nyawa manusia di mata orang-orang yang menyalahgunakan hubungan seks. Kelahiran yang tidak diinginkan telah membuat seorang ibu menjadi pembunuh darah dagingnya sendiri.

Selain itu, akibat dari pergaulan bebas dan hubungan seks bebas adalah penyebaran penyakit. Penyakit yang saat ini paling menakutkan adalah penyakit kurangnya daya tahan tubuh terhadap serangan HIV aids dan Herpes Simplex II. Jika anda merasa memakain kondom itu aman, anda salah karena sekarang telah berkembang penyakit yang walaupun anda memakai kondom anda akan tetap tertular penyakit Kanker Mulut Rahim yang menjadi pembunuh no. 1 di negara berkembang contohnya indonesia.

Untuk itu, betapa fitrahnya agama islam yang menginginkan terpeliharanya kesucian dan kehormatan wanita. Hal ini tentu didambakan oleh setiap orang, sekalipun bagi mereka yang pernah terjebak dalam pergaulan bebas. Mereka tetap pada fitrah semula, menginginkan pasangan hidup yang bersih. Bersih lahir dan batin.

Kalaupun masih ada yang mengingkari fitrah ini, silahkan jawab pertanyaan berikut ini :

  • Apakah anda dapat berkata jujur tentang hubungan seks yang pernah anda alami kepada calon pasangan yang akan menjadi istri/suami anda yang sesungguhnya ? Jika tidak, mengapa anda berani melakukan perbuatan nista itu ?
  • Jika anda disuruh memilih dari dua calon pasangan anda, yang satu pernah melakukan hubungan seks dan yang lainnya teguh memegang ajaran islam. Mana yang akan anda pilih ? tentu yang teguh dalam berislam kan !! Tapi mengapa anda berbuat hal yang merusak kesucian, sementara anda menginginkan pendamping yang bersih ???
  • Bagaimana perasaan anda, jika mengetahui istri/suami anda mempunyai nostalgia hubungan seks dengan pasangannya masing-masing ? Tentu kecewa bukan kepalang. Tapi mengapa anda melakukan adegan serupa terhadap seseorang yang nantinya akan menjadi pendamping hidup orang lain ?
  • Jika anda telah menjadi ayah atau ibu dari anak anda, apakah anda senang mempunyai anak seperti responden wati dan pacarnya di atas ? Kalau tidak, mengapa anda menghancurkan perasaan orang tua anda dengan berbuat demikian seperti yang dilakukan responden Bunga dan teman “main” nya ???

Akibat Dari Perbuatan Dosa

Seperti yang kita ketahui bahwa dosa itu terbagi menjadi 2 bagian yaitu :

  • Dosa Besar
  • Dosa Kecil

Tapi ternyata dari seluruh dosa besar yang kita ketahui ada 3 dosa TERBESAR dari dosa-dosa besar apa itu?

  • Syirik atau menyekutukan Allah

yah… semua orang tahu bahwa ini merupakan dosa yang sangat-sangat besar bahkan masuk kedalam the bestnya dosa terbesar. Allah akan mengampuni semua dosa-dosa kita baik yang besar maupun yang kecil asal bukan Syirik.

  • Durhaka kepada orang tua

kok durhaka kepada orang tua bisa masuk sih? ya bisa donk soalnya seperti yang kita ketahui bahwa ridho Allah tergantung kepada ridho orang tua jadi sedapat mungkin kita jangan sampai menyakiti hati kedua orang tua kita terutama ibu.

  • Bersaksi Palsu

waduh bersaksi palsu juga masuk? iya bersaksi palsu adalah hal yang di benci Allah jadi kalo ada yang mau bersaksi palsu hati-hati looooo, ingat jangan mau bersaksi palsu ingat hukuman Allah.

Bagaimana caranya supaya Allah mau mengampuni dosa-dosa besar kita?

  • Taubat

seperti yang kita ketahui dengan bertaubat kita mampu meraih ampunan Allah, kalo kita mau bertaubat tidak perlu dengan mendirikan shalat taubat karena hadist tentang shalat taubat itu lemah jadi yang terpenting dalam taubat adalah rasa menyesal kita karena telah melakukan perbuatan dosa jauh lebih baik daripada shalat taubat.

  • Tidak Mengulangi Lagi Perbuatan yang Sama

lanjutan dari taubat tadi kalo kita sudah menyesal dengan perbuatan dosa kita jangan kita mengulagi lagi dosa yang tadi.

kenapa ga boleh?

karena taubat kita jadi terkesan ga ada gunanya

tapi kan Allah maha pengampun lagi maha penyayang?

Jangan kita berharap kalo setiap kita melakukan perbuatan maksiat trus kita taubat habis itu maksiat lagi nah kalo yang seperti itu taubat kita ga akan diterima.

kok ga diterima?

karena kita terus mengulanginya.

  • Harus Melakukan Kebaikan-kebaikan

untuk membuktikan bulatnya tekad kita untuk bertaubat kepada Allah mari kita melakukan sampingan lain yang bisa membuat Allah yakin kepada kita yaitu dengan berbuat kebaikan dan amal shalih.

Apa aja sih akibat dari perbuatan dosa itu?

  • Jauh dari pertolongan Allah
وَقِيلَ يَا أَرْضُ ابْلَعِي مَاءكِ وَيَا سَمَاء أَقْلِعِي وَغِيضَ الْمَاء وَقُضِيَ الأَمْرُ وَاسْتَوَتْ عَلَى الْجُودِيِّ وَقِيلَ بُعْداً لِّلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ
Dan difirmankan: “Hai bumi telanlah airmu, dan hai langit (hujan) berhentilah,” dan airpun disurutkan, perintahpun diselesaikan dan bahtera itupun berlabuh di atas bukit Judi , dan dikatakan: “Binasalah orang-orang yang zalim”.(QS.11:44)
  • Menjadikan hidup tidak beberkah
وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُواْ وَاتَّقَواْ لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاء وَالأَرْضِ وَلَـكِن كَذَّبُواْ فَأَخَذْنَاهُم بِمَا كَانُواْ يَكْسِبُونَ
Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.(QS.7:96)
  • Membuat rusak lingkungan hidup

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (QS.30:41)

Akhlak yang Baik Adalah Surga Dalam Kalbu

Kuhibur diri ini dengan berbagai harapan yang kunanti

alangkah sempitnya hidup ini

bila tanpa harapan yang luas

Manusia itu adalah cermin bagi manusia yang lain. Apabila seseorang berakhlak baik dalam pergaulannya dengan mereka, mereka pun akan membalasnya dengan berakhlak baik pula kepadanya. Dengan demikian, akan menjadi tenang dan gembiralah jiwa dan hatinya dan akan menjadi baiklah keadaannya karena dia hidup dalam masyarakat yang berteman dengannya.

Apabila seseorang berakhlak buruk lagi keras hatinya, dia akan mendapati orang lain bersikap buruk, kesat dan keras terhadapnya. Barangsiapa yang tidak menghormati orang lain, mereka pun tidak akan menghormatinya.

Orang yang berakhlak baik akan lebih berhasil meraih ketenangan hidup dan lebih terhindar dari kecemasan, ketegangan, dan berbagai gejala yang menyakitkan. Selain itu, berakhlak baik merupakan ibadah kepada Allah SWT dan termasuk hal yang sering dianjurkan oleh islam untuk dilakukan. Allah SWT telah berfirman :

“Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh” (QS. Al-A’raf : 199)

Allah SWT telah berfirman menggambarkan akhlak rasul-Nya :

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut kepada mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka akan menjauhkan diri dari sekelilingmu. Oleh karena itu, maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu, kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya” (QS. Ali Imron: 159)

Rasulullah saw telah bersabda:

“Sesungguhnya orang yang paling kusukai diantara kalian adalah orang yang paling baik akhlaknya diantara kalian, yaitu mereka yang bersikap rendah diri lagi menyukai orang lain dan mereka menyukainya. Sesungguhnya orang yang paling kubenci diantara kalian adalah orang-orang yang berjalan kian kemari, mengadu domba, memecah belah hubungan antara orang-orang yang saling mengasihi, lagi selalu mencari-cari kelemahan orang-orang lain yang tidak bersalah”

Sesungguhnya sikap ragu-ragu, minder,

dan mencari-cari masalah tanpa harapan

semuanya akan membuat seseorang mengalami depresi mental

Airmata Penyesalan Tobat Adalah Air yang Paling Suci

Gembiralah dengan hidup ini

karena hidup ini indah dan jadikanlah ia

sebagai hamparan untuk setiap kebaikan

Allah menyukai orang-orang yang bertobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan dirinya. Bahkan lebih senang dengan tobat yang dilakukan oleh seorang hamba kepada-Nya. Mahasuci Allah, Mahabesar lagi Maha Penyayang. Dia gembira dengan tobat hamba-Nya yang pada akhirnya hamba yang bersangkutan beroleh surga-Nya dan meraih ridha-Nya. Allah SWT menyerukan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman untuk bertobat melalui firman-Nya:

“Bertobatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung” (QS. An-Nuur: 31)

Tobat adalah mencuci kalbu dengan airmata dan membakarnya dengan penyesalan. Tobat menimbulkan rasa terbakar dalam kalbu, rasa panas dalam jiwa, rasa hancur dalam perasaan, dan rasa basah dalam airmata. Sesungguhnya tobat adalah permulaan jalan yang harus ditempuh oleh para salihin, modal orang-orang yang beruntung, titik tolak keberangkatan kaum muridin, dan kunci istiqomah kaum yang mencintai Allah. Orang yang bertobat mengemis dan merendahkan diri kepada Allah, berseru dan menangis. Apabila para hamba tenang, kalbunya tidak pernah tenang. Jika semua makhuk merasa tentram, rasa takutnya tidak pernah hilang. Apabila semua makhluk merasa senang, rintihan kalbunya tidak pernah berhenti. Dia berdiri dihadapan Tuhannya dengan hati yang bersedih dan pikiran yang susah seraya menundukkan kepalanya dengan tubuh yang menggigil. Apabila ia teringat dosa-dosa besarnya dan kesalahan-kesalahannya yang banyak, bergejolaklah kesedihannya, menyala kembalilah kebakaran hatinya, dan bertambah deraslah cucuran airmatanya. Nafasnya tersengal-sengal dan suara rintihannya begitu membakar kalbunya. Ia menguruskan dirinya sendiri untuk perlombaan di hari esok dan meringankan dirinya dari beban keduniawian agar dapat berlalu dengan cepat di atas jembatan neraka jahannam nanti.

Berpikiran positif dan optimislah anda

bila suatu hari nanti semua urusan terlihat amat buruk

karena hal itu merupakan pertanda

akan datangnya hari lain yang dekat waktunya

yang semuanya dipenuhi oleh kegembiraan dan keceriaan

Agar Dicintai Suami

  • Istri yang shalehah selalu konsisten dalam menjalankan agama Allah lahir dan batin, tanpa ragu, malas ataupun nafsu. Tidak ada masalah antara dirinya dengan sang suaminya dalam masalah ketaatan terhadap Allah SWT dan Rasulullah saw. Senantiasa menjalankan syariat, menjauhi semua larangan-Nya. Dia adalah istri yang sangat komitmen dengan penuh kesadaran.
  • Akhlaknya baik, sikapnya tenang, lembut dan fleksibel, ucapannya bagus, penampilannya sederhana, perilakunya konsisten, tidak dengki, tidak pula pendendam, tidak membangkang perintah suaminya, juga tidak sombong.
  • Dia menuntut ilmu syariat, mengetahui kedudukan ilmu dan keutamaannya serta urgensinya. Dia antusias dalam menuntutnya, memiliki suatu metode ilmiah yang sesuai kemampuannya. Dia meneladani para Ummahatul Mukminin dan para istri pendahulu umat ini dalam menuntut ilmu dan mengamalkannya
  • Dia mengerti kedudukan suami yang telah digariskan oleh islam. Dia menunaikan kewajibannya dengan sesempurna mungkin, berdasarkan kesadaran bahwa kewajiban ini merupakan ibadah yang mendekatkan diri kepada Allah SWT
  • Dia memiliki kepekaan untuk meminta keridhaan dari sang suami. Perasaannya kuat dan tajam. Dia memiliki wajah yang berseri-seri dan cerah yang semakin menambah kebahagiaan rumah tangganya
  • Dia siap berkorban, menafikkan pribadinya dan melupakan dirinya sendiri serta lebih mengutamakan suaminya daripada diri sendiri. Mendahulukan keridhaan suami daripada keridhaan dirinya sendiri, keiinginan suami daripada keinginannya sendiri, hal yang disukai oleh sang suami daripada yang disukai oleh dirinya sendiri. Ketaatannya dalam hal selain maksiat benar-benar tulus murni berasal dari lubuk hatinya yang paling dalam. Apabila dia kehilangan suami, seolah-olah dia kehilangan udara untuk bernafas
  • Seorang istri yang hemat, tidak boros dan tidak berbangga diri dengan harta suaminya jika sang suami kaya, tidak pula mengeluhkan sedikitnya harta jika sang suami miskin. Dia tahu kapan harus berinfak, dia dermawan dan tidak kikir, pandai mengatur keuangan dan tidak menghambur-hamburkan uang. Rela dengan pembagian dari Allah SWT dalam segala hal, puas dengan rezeki yang Allah SWT karuniakan kepadanya
  • Dia tidak tergiur dunia seperti istri lainnya yang mengoleksi banyak pakaian, jajanan, perhiasan dan emas. Sebaliknya, dia cerdas dan bersikap zuhud, dia mengoleksi perhiasan rumah tangganya di dunia dengan iman dan amal shaleh, di akhirat dengan penerimaan di sisi Tuhannya
  • Dia memperhatikan kecantikan diri, menebar aroma harum, membuat suasana rumah menjadi nyaman
  • Berterima kasih kepada suami atas kerja keras dan kelelahannya dalam mencukupi diri dan anak-anaknya. Berterima kasih juga atas terpenuhinya kebutuhan primer, seperti makanan dan minuman yang diusahakan suami. Senantiasa mendoakan suami agar memperoleh ganjaran dan pahala pengganti dari jerih payahnya serta tidak mengingkari kenikmatan yang diberikan suami
  • Berbakti kepada keluarga suami, yakni orang tua dan saudara-saudaranya serta menjalin silaturahim dengan mereka dala rangka menyenangkan hati suami sekaligus menjalankan perintah Allah SWT
  • Dia adalah seorang istri yang cerdas dan bijaksana, tidak mengeluhkan suaminya kepada seorang pun, meski kepada kedua orangtuanya sekalipun. Apabila suatu masalah menjadi serius, dia bersama suaminya berkonsultasi kepada ulama yang bertakwa dan shaleh, itupun dalam batasan yang paling ketat. Dia tidak membocorkan rahasia-rahasia rumah tangganya, menasehati suaminya untuk menjaga adab, bersikap tawadhu, cinta dan berakhlak baik
  • Dia tetap tinggal di rumahnya. Dia keluar rumah untuk suatu keperluan, bukan untuk memuaskan hawa nafsu ataupun menghabiskan waktunya. Apabila hendak keluar rumah, dia meminta izin dari suami. Dia keluar rumah dengan pakaian menutup aurat, tidak memakai wewangian, berjalan dengan sikap tawadhu dengan penuh adab, penuh rasa malu dan tenang. Dia tidak menggubris suara-suara yang ditujukan kepadanya di jalanan dan tidak memakai gelang kaki ataupun sepatu yang berbunyi sewaktu dipijakkan ke tanah
  • Dia menaruh perhatian besar pada pendidikan islam yang benar dan sempurna bagi anak-anaknya, bukan sekedar kulit dan penampilan. Targetnya adalah menyiapkan sebuah generasi shaleh mujahid yang mengusung panji dakwah menjalankan perintah Allah SWT
  • Istri yang shaleh sangat menjaga waktu dan mengerti betul untuk apa dia menggunakannya. Dia tidak memiliki waktu untuk bergosip, membicarakan dunia atau bersenda gurau. Majelisnya hanyalah majelis-majelis dzikir, perdamaian antar manusia, amar ma’ruf dan nahi munkar
  • Istri shalehah senantiasa beribadah kepada Allah, banyak berdzikir, bertahajjud, bersedekah, banyak berpuasa dan khusyu. Dia mengenakan pakaian kewibawaan dan ketenangan. Ambisinya tinggi untuk melanjutkan ibadah ke tingkat yang lebih tinggi setelah menunaikannya. Dia tidak jemu dan tidak malas, meneladani para Ummahatul Mukminin dan para istri kaum salaf yang ahli ibadah dan shalehah
  • Dia senantiasa mengingat kematian, mempersiapkan diri untuk memasuki alam kubur. Tidak melalaikan pertemuan dengan Allah SWT dan akhirat
  • Dia adalah seorang mukminah yang berjuang dengan penuh kesabaran. Apabila diuji dengan suatu cobaan mengenai dirinya, hartanya, anaknya atau suaminya, dia bersabar dan mengharapkan pahalanya di sisi Allah SWT dan tidak marah atau mengutuk diri seperti kutukan orang-orang jahiliyah. Allah SWT senantiasa melihatnya melakukan tindakan yang disukai-Nya. Keimanan kepada qadha dan qadar betsemayam dalam kalbunya
  • Dia menyeru orang kepada Allah SWT untuk berbuat kebaikan dan mencegah keburukan, menuntun perempuan-perempuan yang lalai dengan lemah lembut menuju keamanan. Dia tidak mengambil keuntungan dari dakwahnya, tidak pula menyerang dunia laki-laki. Dia berdakwah dengan akhlak mulia. Dia tidak mengharapkan pujian ataupun bayaran dari sana-sini, tetapi mengikhlaskan amalnya, bahkan dan sebisa mungkin menyembunyikannya

7 Macam Dosa Besar

1. Menyekutukan Allah
2. Mengerjakan Sihir
3. Membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah kecuali dengan alasan yang hak
4. Memakan Riba
5. Memakan harta anak yatim
6. Lari dari medan perang
7. Menuduh berzina wanita-wanita yang terpelihara kehormatannya yang dalam keadaan lalai lagi beriman

6 Resep Saat Tertimpa Musibah

  1. Percaya sepenuhnya kepada Allah
  2. Semua yang Allah telah takdirkan akan terjadi
  3. Sabar adalah senjata paling ampuh yang dipergunakan oleh orang-orang yang mendapat ujian
  4. Jika anda tidak sabar apa yang bisa anda lakukan? Dan anda tidak akan terbantu hanya dengan perasaan resah
  5. Mungkin saja anda akan berada dalam kondisi yang lebih jelek daripada kondisi yang anda hadapi sekarang
  6. Dari waktu ke waktu jalan keluar akan selalu terbuka

6 Cara Meraih Kebahagiaan Hakiki

Menurut Imam Sayfi’i ada 6 cara untuk meraih kebahagiaan hakiki yaitu :

  • Kecerdasan

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal” (QS. Ali Imron : 190)

“(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka” (QS. Ali Imron : 191)

“Aku mengikuti prasangka hamba-Ku” (Hadist Qudsi)

  • Perhatian

Perhatian disini ialah bagaimana orang itu lebih memperhatikan akhiratnya daripada dunianya tapi bukan berarti harus melulu beribadah terus tanpa bekerja karena Rasulullah saw juga bekerja sebagaimana kita dan beliau juga menikah yang mana bekerja dan menikah adalah hal yang duniawi. Jadi selain bekerja dan hal-hal dunia lainnya (selain hal maksiat) kita juga tidak boleh lupa akan akhirat kita, kita juga harus lebih memberikan perhatian ekstra apakah ibadah yang kita lakukan itu sudah benar dan berusaha untuk terus menambah intensitas ibadah dan amal shalih. Demi akhirat

  • Kesungguhan

Berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mewujudkan keinginan kita agar dapat menikmati akhirat nanti. Jangan hanya berdoa saja tanpa ibadah, walaupun berdoa 10 kali sehari tapi tidak shalat dan terus-terusan bermaksiat yang ada hanya harapan kosong. Jadi bersungguh-sungguhlah, berusahalah sebisa mungkin untuk terus beribadah, jangan lupa amal shalihnya.

  • Biaya

Dalam mempelajari syariat islam kita tentunya memerlukan biaya. Lalu bagaimana dengan orang-orang yang tidak mampu ?

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya” (QS. Al-Baqarah : 286)

Tapi alangkah baiknya bagi anda yang diberikan kelebihan untuk membantu orang-orang yang tidak mampu yang ingin mempelajari islam, atau membantu untuk meringankan kesusahan orang-orang fakir asal jangan membantu orang yang kesusahan ingin berbuat maksiat.

“Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya” (QS. Al-Baqarah : 286)

  • Bimbingan orang yang lebih pintar

Maksud berteman dengan orang-orang yang pintar di sini ialah orang-orang yang pintar dalam hal agama bukan pintar dalam bermaksiat, berteman dengan orang-orang shalih banyak mendatangkan keuntungan buat kita sendiri yaitu mereka dapat menasihati kita pada saat kita melakukan perbuatan yang bertentangan dengan syariat islam, membantu kita supaya tetap istiqomah di jalan Allah ini.

Tapi hal ini bukan berarti kita harus menjauhi orang-orang yang hidupnya bergelimangan maksiat, kalau anda merasa bahwa anda adalah tipe yang bisa mempengaruhi maka ajaklah pelaku maksiat itu secara perlahan-lahan untuk mengikuti jalan Allah tetapi jika anda tipe yang mudah terpengaruh maka anda harus memutuskan untuk menjauhi mereka.

  • Waktu yang panjang

Teruslah untuk melakukan amal shalih dan jangan pernah berhenti untuk menebar kebajikan di sekitar anda. Perpanjanglah waktu shalat anda dan jangan terburu-buru ingin segera mengakhirkan shalat, karena pada saat shalat itulah kita benar-benar berhadapan dengan Sang Pencipta, konsentrasikan pikiran anda dan kurangilah pikiran tentang dunia pada saat shalat.

Memang bukan hal mudah untuk membuat pikiran kita tidak melayang-layang pada saat shalat tapi juga bukan hal yang mustahil selama kita terus mencobanya. Ingat jangan pernah menyerah untuk terus berdekatan dengan Allah

41 Cara Menyambut Malaikat Maut

  1. Dengan iman kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, hari akhir dan kepada takdir yang baik maupun yang buruk
  2. Dengan senantiasa memelihara shalat lima waktu tepat pada waktunya dengan berjamaah di masjid bersama kaum muslimin, disertai dengan kekhusyukan dan perenungan makna-maknanya. Sedangkan shalatnya kaum wanita di dalam rumah adalah lebih utama
  3. Dengan mengeluarkan zakat yang diwajibkan tepat pada waktunya, sesuai dengan ukuran dan kriterianya berdasarkan syara’
  4. Dengan berpuasa ramadhan di dasari keimanan dan mengharap pahala dari Allah
  5. Dengan haji mabrur, karena tidak ada balasan bagi haji mabrur ini melainkan surga. Sedangkan umroh pada bulan ramadhan setara dengan menunaikan haji bersama Nabi saw
  6. Dengan mengerjakan ibadah-ibadah sunnah tambahan (nafilah), yaitu ibadah selain fardhu, baik berkenaan dengan shalat, zakat, puasa maupun haji. Allah SWT berfirman dalam hadist qudsi : “Dan hamba-Ku masih saja mendekat kepad-Ku dengan ibadah-ibadah nafilah, sehingga Aku mencintainya”
  7. Dengan segera bertaubat yang setulus-tulusnya dari segala kemaksiatan dan kemungkaran, dan dengan berjanji untuk selalu mengisi waktu-waktu yang ia miliki dengan banyak beristighfar, berdzikir, serta melaksanakan segala jenis ketaatan lain.
  8. Dengan memurnikan ibadah kepada Allah (ikhlas kepada-Nya), dan meninggalkan riya’ dalam segala hal. Allah SWT berfirman : “Mereka tidaklah diperintahkan agar beribadah kepada Allah dengan memurnikan kepatuhan kepada-Nya dalam melaksanakan agama dengan lurus” (QS. Al-Bayyinah : 5)
  9. Dengan mencintai Allah dan rasul-Nya. Kecintaan kepada Allah tidak akan terwujud kecuali harus disertai dengan kecintaan kepada Nabi Muhammad saw, sebagaimana yang difirmankan oleh Allah : “Katakanlah, jika kau (benar-benar) mencintai Allah, maka ikutilah aku niscaya Allah akan mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu” (QS. Ali Imron : 31)
  10. Dengan memberikan kecintaan karena Allah dan benci karena Allah pula, serta memberikan loyalitas karena Allah. Ini berarti mencintai perbuatan yang Allah cintai seperti beribadah, berdzikir dan melakukan amal kebajikan, benci karena Allah berarti membenci hal-hal yang tidak disukai Allah seperti zinah, ghibah, serta perbuatan maksiat lainnya.
  11. Dengan rasa takut kepada Allah Yang Maha Mulia, mengamalkan kandungan Al-Qur’an, ridha dengan yang sedkit, dan mempersiapkan diri menghadapi hari perjalanan menuju hisab. Ini adalah hakikat takwa
  12. Dengan bersabar dalam menghadapi cobaan, bersyukur ketika memperoleh kelonggaran, selalu merasa diawasi oleh Allah, baik dalam keadaan sembunyi maupun terbuka, serta dengan mengharap anugerah dan karunia yang ada di sisi-Nya
  13. Dengan bertawakal (pasrah) seutuhnya kepada Allah SWT. Allah berfirman “Hanya kepada Allah-lah hendaknya kamu bertawakal, jika kamu benar-benar orang yang beriman” (QS. Al-Maidah: 23)
  14. Dengan menuntut ilmu yang bermanfaat, serta berusaha menyebarkan dan mengajarkannya. Allah SWT berfiman “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa tingkat” (QS. Al-Mujadilah: 11) dan juga firman Allah SWT “Hendaklah kamu menerangkan isi kitab itu kepada manusia dan jangan sampai kamu menyembunyikannya” (QS. Ali Imron: 187)
  15. Dengan mengagungkan Al-Qur’an. Yaitu dengan cara mempelajarinya, mengajarkannya, menjaga batasan-batasan dan huku-hukumnya, serta mengenali apa yang dihalalkan dan apa yang diharamkannya. Nabi saw bersabda “Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya” (HR. Bukhari)
  16. Dengan jihad di jalan Allah, bersiaga selalu dan berjaga di perbatasan musuh, serta tidak lari dari medan laga. Nabi saw bersabda “Janganlah kamu mengharap-harap bertemu musuh dan mohonlah kesehatan kepada Allah. Namun jika kamu bertemu dengan mereka, bersabarlah. Ketahuilah bahwa surga itu di bawah naungan pedang” (Muttafaqun ‘alaih)
  17. Dengan menjaga lidah dari hal-hal yang haram seperti dusta, ghibah (menggunjing), mengadu domba dan memfitnah, mencaci, mengutuk, serta berkata dan bernyanyi kotor. Nabi saw bersabda “siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhi hendaklah berkata baik atau (memilih) diam” (Muttafaqun ‘alaih)
  18. Dengan memenuhi janji, menunaikan amanat kepada yang berhak, serta tidak berkhianat dan menipu. Allah SWT berfirman “Penuhilah janji-janjimu” (QS. Al-Maidah :1) dan “hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya” (QS. Al-Baqarah : 283)
  19. Dengan meninggalkan zina, minum-minuman keras, membunuh jiwa, berbuat zhali, mencuri, makan harta orang lain secara bathil, makan barang riba, dan makan segala yang tidak menjadi haknya menurut syara’. Allah SWT berfirman “Katakanlah, sesungguhnya Rabbku mengharakan perbuatan keji yang tampak maupun yang tersembunyi” (QS. Al-A’raf : 33)
  20. Dengan bersikap wara’ dalam hal makanan dan minuman, serta menjauhi barang yang tidak halal.
  21. Dengan berbakti kepada kedua orang tua, bersilaturahmi, mengunjungi saudara dan bersabar menghadapi gangguan mereka, serta berbuat baik kepada orang lain yang berada dekat dengan kita maupun yang jauh.
  22. Dengan menjenguk orang yang sakit, berziarah kubur dan mengiringi jenzah. Sebab, itu semua akan mengingatkan kepada akhirat dan menganggap rendah dunia.
  23. Dengan tidak mengenakan pakaian dan aksesoris yang diharamkan, seperti sutra, emas dan isbal (memanjangkan pakaian hingga melampaui mata kaki) bagi kaum pria, atau menggunakan bejana-bejana yang terbuat dari emas dan perak untuk makan dan minum. Semuanya itu hukumnya haram.
  24. Dengan memakai jilbab yang sempurna dan menutupi aurat bagi kaum wanita, yang tidak bisa menggambarkan lekuk tubuhnya dan juga tidak tipis, tidak menarik pandangan orang lain untuk melihatnya dan tidak menimbulkan fitnah, serta menjauhi tasyabbuh (meniru-niru, menyerupai) kaum wanita kafir dalam berpakaian, dimana pakaian yang mereja kenakan itu memang sengaja dibuat untuk menimbulkan fitnah dan membangkitkan nafsu birahi.
  25. Dengan sederhana dalam membelanjakan harta, menjaga nikmat, dan tidak berbuat tabdzir (pemborosan)
  26. Dengan meninggalkan perbuatan khianat, dengki, iri hati, permusuhan, kebencianm serta menggunjing harga diri kaum muslimin dan muslimat tanpa ada alasan yang benar.
  27. Dengan memerintahkan yang makruf dan mencegah yang mungkar, menyeru kepada Allah dengan menempuh jalan hikmah dan bimbingan yang baik.
  28. Dengan berbuat adil terhadap sesama manusia serta saling menolong dalam kebajikan dan takwa
  29. Dengan berpegang kepada akhlak mulia seperti rendah diri, penyayang, sabar, malu, pemaaf, menahan marah, dan murah hati, serta tidak sombong, menipu, angkuh, congkak dan sebagainya.
  30. Dengan menunaikan hak-hak anak dan istri sesempurna mungkin, serta mengajarkan kepada mereka urusan agama yang mereka butuhkan.
  31. Dengan menjawab salam dan memberi salam, menyambut doa orang yang bersin, memuliakan tamu dan tetangga, serta menutupi aib orang sebisa mungkin.
  32. Dengan hidup zuhud di dunia (tak berlebih-lebihan dengan dunia) dan memendekkan angan-angan sebelum sampai ajalnya.
  33. Dengan sikap cemburu terhadap harga diri, menahan pandangan dari melihat hal-hal yang diharamkan di jalanan atau melalui layar televisi, dan internet.
  34. Dengan berpaling dari kesia-siaan, senda gurau dan permainan, serta mengambil hak-hak yang berharga dan meninggalkan segala hal yang tiada artinya.
  35. Dengan mencintai para sahabat Nabi saw, berlepas diri dari kebencian terhadap mereka atau mencaci mereka
  36. Dengan mendamaikan antara sesama manusia dan mendekatkan arah pandangan antara kedua belah pihak yang bertikai, sehingga hilang perselisihan dan perpecahan tidak semakin melebar.
  37. Dengan tidak mendatangi dukun, ahli nujum, tukang sihir, tukang ramal dan sejenisnya. Rasulullah saw bersabda “Siapa yang mendatangi dukun atau tukang ramal lalu membenarkan kepada apa yang dikatakannya, berarti dia telah kufur terhadap apa yang telah diturunkan kepada Muhammad” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi)
  38. Dengan mematuhi suami bagi seorang istri, serta menjaga hartanya, anaknya dan ranjangnya
  39. Dengan meninggalkan perbuatan bid’ah dalam beragama, serta tidakmenyeru kepada kebatilan dan kesesatan
  40. Dengan tidak menyambung rambut bagi wanita, tidak mentato, tidak mencukur ais, serta tidak merenggangkan gigi dan meruncingkannya.
  41. Dengan tidak memata-matai kaum muslimin dan tidak mengungkap aib mereka, serta tidak menyakiti mereka

37 SIFAT BURUK YANG HARUS DIJAUHI SUAMI


1. Tidak tepat dalam memilih istri ;

2. Melalaikan istri dan tidak memberi nafkah ;

3. Memukul Istri dengan keras dan menghinakannya ;

4. Memberi Mudharat kepada Istri dengan melakukan ila’ (seorang laki-laki yang marah pada istrinya, lalu ia bersumpah untuk tidak mendekatinya) melebihi batas ketentuan Allah ;

5. Menyusahkan istri untuk menghilangkan hak-haknya ;

6. Menggauli istri yang sedang haid dan nifas ;

harat kepada Istri dengan melakukan ila’ (seorang laki-laki yang marah pada istrinya, lalu ia bersumpah untuk tidak mendekatinya) melebihi batas ketentuan Allah ;

5. Menyusahkan istri untuk menghilangkan hak-haknya ;

6. Menggauli istri yang sedang haid dan nifas ;

7. Mendatangi wanita pada duburnya ;

8. Menyebarkan rahasia istri kepada rekan-rekannya ;

9. Tidak mengajarkan Islam kepada istri dan membiarkannya melakukan perbuatan-perbuatan haram ;

10. Berusaha mengubah tabiat istri dengan kekerasan ;

11. Melalaikan pendidikan anak ;

12. Terlalu lama meninggalkan istri ;

13. Curiga dan berprasangka buruk terhadap istri ;

14. Tidak bersikap adil diantara para istri ;

15. Tidak membantu istrinya yang lelah ;

16. Menyempitkan nafkah untuk istri ketika lapang ;

17. Tidak sabar menghadapi tabiatnya ;

18. Menzholimi ibu demi istri ;

19. Memaksa istri untuk melakukan yang haram ;

20. Terperosok ke dalam fitnah istri dan anak ;

21. Meninggalkan bercanda dan bergurau ;

22. Mengabaikan adab-adab Islam terhadap istrinya ;

23. Tidak memperhatikan atau menjaga kesehatan istri ;

24. Hidup dengan satu irama (tidak ada inovasi) ;

25. Melecehkan istri karena keluarganya ;

26. Berlebihan dalam menetapkan standar ideal ;

27. Suami menganggap dirinya selalu benar ;

28. Terlalu sensitif terhadap perkataan istri ;

29. Tidak menghargai kondisi khusus wanita ;

30. Besar pasak dari pada tiang ;

31. Otoriter terhadap istri dan anak-anak ;

32. Melarang istri untuk berbakti kepada keluarganya ;

33. Tidak mengikuti petunjuk Islam dalam memperbaiki istri yang membangkang ;

34. Menjatuhkan talak kepada istri yang sedang haid ;

35. Menjatuhkan talak tiga sekaligus ;

36. Mengeluarkan istri dari rumahnya setelah talak Roj’i

37. Menyiarkan keburukan istri setelah mentalaknya.