Jumat, 31 Juli 2009

Akibat dari Pergaulan Bebas

Dalam sebuah angket tertanggal 12 Juni 2009, atas nama Bunga (20 tahun) di kota X tertulis penuturan seperti ini :

“Saya sudah pernah melakukan senggama. Pertama kali saya melakukannya dengan pacar saya ketika berusia 18 tahun. Selama berpacaran, saya melakukan semua hal, mulai dari saling mengunjungi, jalan berduaan, cium pipi, cium bibir, pegang buah dada, pegang alat kelamin sampai pada senggama. Menurut saya, hubungan seks di luar nikah adalah normal, asalkan bisa menanggung resikonya

Mengenai akibat dari senggama, Bunga mengatakan tidak masalah. “Kehamilah bisa dicegah dengan obat alat kontrasepsi atau pantang berkala. Kalaupun terjadi kehamilan yang tidak diinginkan, kandungan itu digugurkan saja” tuturnya ringan. Dengan pandangan seperti itu, Bunga melakukan senggama dengan pacarnya kira-kira 1 bulan sekali. Naudzubillah …

Dengan demikian, tak heran jika angka aborsi terus meningkat setiap tahunnya. Hal ini jelas bertentangan dengan hati nurani manusia. Orang lain pun dilibatkan, misalnya dokter atau bidan yang membuat mereka melawan hati nuraninya dan juga melanggar kode etik kedokteran maupun sumpah jabatan. Kesalahan dua orang mengakibatkan orang-orang professional menjadi pembunuh bayaran.

Belum lagi, dengan bayi-bayi yang dibuang karena kelahiran yang tak diinginkan. Hal ini tentu membuat kita terenyuh dan prihatin, betapa tidak berharganya nyawa manusia di mata orang-orang yang menyalahgunakan hubungan seks. Kelahiran yang tidak diinginkan telah membuat seorang ibu menjadi pembunuh darah dagingnya sendiri.

Selain itu, akibat dari pergaulan bebas dan hubungan seks bebas adalah penyebaran penyakit. Penyakit yang saat ini paling menakutkan adalah penyakit kurangnya daya tahan tubuh terhadap serangan HIV aids dan Herpes Simplex II. Jika anda merasa memakain kondom itu aman, anda salah karena sekarang telah berkembang penyakit yang walaupun anda memakai kondom anda akan tetap tertular penyakit Kanker Mulut Rahim yang menjadi pembunuh no. 1 di negara berkembang contohnya indonesia.

Untuk itu, betapa fitrahnya agama islam yang menginginkan terpeliharanya kesucian dan kehormatan wanita. Hal ini tentu didambakan oleh setiap orang, sekalipun bagi mereka yang pernah terjebak dalam pergaulan bebas. Mereka tetap pada fitrah semula, menginginkan pasangan hidup yang bersih. Bersih lahir dan batin.

Kalaupun masih ada yang mengingkari fitrah ini, silahkan jawab pertanyaan berikut ini :

  • Apakah anda dapat berkata jujur tentang hubungan seks yang pernah anda alami kepada calon pasangan yang akan menjadi istri/suami anda yang sesungguhnya ? Jika tidak, mengapa anda berani melakukan perbuatan nista itu ?
  • Jika anda disuruh memilih dari dua calon pasangan anda, yang satu pernah melakukan hubungan seks dan yang lainnya teguh memegang ajaran islam. Mana yang akan anda pilih ? tentu yang teguh dalam berislam kan !! Tapi mengapa anda berbuat hal yang merusak kesucian, sementara anda menginginkan pendamping yang bersih ???
  • Bagaimana perasaan anda, jika mengetahui istri/suami anda mempunyai nostalgia hubungan seks dengan pasangannya masing-masing ? Tentu kecewa bukan kepalang. Tapi mengapa anda melakukan adegan serupa terhadap seseorang yang nantinya akan menjadi pendamping hidup orang lain ?
  • Jika anda telah menjadi ayah atau ibu dari anak anda, apakah anda senang mempunyai anak seperti responden wati dan pacarnya di atas ? Kalau tidak, mengapa anda menghancurkan perasaan orang tua anda dengan berbuat demikian seperti yang dilakukan responden Bunga dan teman “main” nya ???

Akibat Dari Perbuatan Dosa

Seperti yang kita ketahui bahwa dosa itu terbagi menjadi 2 bagian yaitu :

  • Dosa Besar
  • Dosa Kecil

Tapi ternyata dari seluruh dosa besar yang kita ketahui ada 3 dosa TERBESAR dari dosa-dosa besar apa itu?

  • Syirik atau menyekutukan Allah

yah… semua orang tahu bahwa ini merupakan dosa yang sangat-sangat besar bahkan masuk kedalam the bestnya dosa terbesar. Allah akan mengampuni semua dosa-dosa kita baik yang besar maupun yang kecil asal bukan Syirik.

  • Durhaka kepada orang tua

kok durhaka kepada orang tua bisa masuk sih? ya bisa donk soalnya seperti yang kita ketahui bahwa ridho Allah tergantung kepada ridho orang tua jadi sedapat mungkin kita jangan sampai menyakiti hati kedua orang tua kita terutama ibu.

  • Bersaksi Palsu

waduh bersaksi palsu juga masuk? iya bersaksi palsu adalah hal yang di benci Allah jadi kalo ada yang mau bersaksi palsu hati-hati looooo, ingat jangan mau bersaksi palsu ingat hukuman Allah.

Bagaimana caranya supaya Allah mau mengampuni dosa-dosa besar kita?

  • Taubat

seperti yang kita ketahui dengan bertaubat kita mampu meraih ampunan Allah, kalo kita mau bertaubat tidak perlu dengan mendirikan shalat taubat karena hadist tentang shalat taubat itu lemah jadi yang terpenting dalam taubat adalah rasa menyesal kita karena telah melakukan perbuatan dosa jauh lebih baik daripada shalat taubat.

  • Tidak Mengulangi Lagi Perbuatan yang Sama

lanjutan dari taubat tadi kalo kita sudah menyesal dengan perbuatan dosa kita jangan kita mengulagi lagi dosa yang tadi.

kenapa ga boleh?

karena taubat kita jadi terkesan ga ada gunanya

tapi kan Allah maha pengampun lagi maha penyayang?

Jangan kita berharap kalo setiap kita melakukan perbuatan maksiat trus kita taubat habis itu maksiat lagi nah kalo yang seperti itu taubat kita ga akan diterima.

kok ga diterima?

karena kita terus mengulanginya.

  • Harus Melakukan Kebaikan-kebaikan

untuk membuktikan bulatnya tekad kita untuk bertaubat kepada Allah mari kita melakukan sampingan lain yang bisa membuat Allah yakin kepada kita yaitu dengan berbuat kebaikan dan amal shalih.

Apa aja sih akibat dari perbuatan dosa itu?

  • Jauh dari pertolongan Allah
وَقِيلَ يَا أَرْضُ ابْلَعِي مَاءكِ وَيَا سَمَاء أَقْلِعِي وَغِيضَ الْمَاء وَقُضِيَ الأَمْرُ وَاسْتَوَتْ عَلَى الْجُودِيِّ وَقِيلَ بُعْداً لِّلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ
Dan difirmankan: “Hai bumi telanlah airmu, dan hai langit (hujan) berhentilah,” dan airpun disurutkan, perintahpun diselesaikan dan bahtera itupun berlabuh di atas bukit Judi , dan dikatakan: “Binasalah orang-orang yang zalim”.(QS.11:44)
  • Menjadikan hidup tidak beberkah
وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُواْ وَاتَّقَواْ لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاء وَالأَرْضِ وَلَـكِن كَذَّبُواْ فَأَخَذْنَاهُم بِمَا كَانُواْ يَكْسِبُونَ
Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.(QS.7:96)
  • Membuat rusak lingkungan hidup

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (QS.30:41)

Akhlak yang Baik Adalah Surga Dalam Kalbu

Kuhibur diri ini dengan berbagai harapan yang kunanti

alangkah sempitnya hidup ini

bila tanpa harapan yang luas

Manusia itu adalah cermin bagi manusia yang lain. Apabila seseorang berakhlak baik dalam pergaulannya dengan mereka, mereka pun akan membalasnya dengan berakhlak baik pula kepadanya. Dengan demikian, akan menjadi tenang dan gembiralah jiwa dan hatinya dan akan menjadi baiklah keadaannya karena dia hidup dalam masyarakat yang berteman dengannya.

Apabila seseorang berakhlak buruk lagi keras hatinya, dia akan mendapati orang lain bersikap buruk, kesat dan keras terhadapnya. Barangsiapa yang tidak menghormati orang lain, mereka pun tidak akan menghormatinya.

Orang yang berakhlak baik akan lebih berhasil meraih ketenangan hidup dan lebih terhindar dari kecemasan, ketegangan, dan berbagai gejala yang menyakitkan. Selain itu, berakhlak baik merupakan ibadah kepada Allah SWT dan termasuk hal yang sering dianjurkan oleh islam untuk dilakukan. Allah SWT telah berfirman :

“Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh” (QS. Al-A’raf : 199)

Allah SWT telah berfirman menggambarkan akhlak rasul-Nya :

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut kepada mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka akan menjauhkan diri dari sekelilingmu. Oleh karena itu, maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu, kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya” (QS. Ali Imron: 159)

Rasulullah saw telah bersabda:

“Sesungguhnya orang yang paling kusukai diantara kalian adalah orang yang paling baik akhlaknya diantara kalian, yaitu mereka yang bersikap rendah diri lagi menyukai orang lain dan mereka menyukainya. Sesungguhnya orang yang paling kubenci diantara kalian adalah orang-orang yang berjalan kian kemari, mengadu domba, memecah belah hubungan antara orang-orang yang saling mengasihi, lagi selalu mencari-cari kelemahan orang-orang lain yang tidak bersalah”

Sesungguhnya sikap ragu-ragu, minder,

dan mencari-cari masalah tanpa harapan

semuanya akan membuat seseorang mengalami depresi mental

Airmata Penyesalan Tobat Adalah Air yang Paling Suci

Gembiralah dengan hidup ini

karena hidup ini indah dan jadikanlah ia

sebagai hamparan untuk setiap kebaikan

Allah menyukai orang-orang yang bertobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan dirinya. Bahkan lebih senang dengan tobat yang dilakukan oleh seorang hamba kepada-Nya. Mahasuci Allah, Mahabesar lagi Maha Penyayang. Dia gembira dengan tobat hamba-Nya yang pada akhirnya hamba yang bersangkutan beroleh surga-Nya dan meraih ridha-Nya. Allah SWT menyerukan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman untuk bertobat melalui firman-Nya:

“Bertobatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung” (QS. An-Nuur: 31)

Tobat adalah mencuci kalbu dengan airmata dan membakarnya dengan penyesalan. Tobat menimbulkan rasa terbakar dalam kalbu, rasa panas dalam jiwa, rasa hancur dalam perasaan, dan rasa basah dalam airmata. Sesungguhnya tobat adalah permulaan jalan yang harus ditempuh oleh para salihin, modal orang-orang yang beruntung, titik tolak keberangkatan kaum muridin, dan kunci istiqomah kaum yang mencintai Allah. Orang yang bertobat mengemis dan merendahkan diri kepada Allah, berseru dan menangis. Apabila para hamba tenang, kalbunya tidak pernah tenang. Jika semua makhuk merasa tentram, rasa takutnya tidak pernah hilang. Apabila semua makhluk merasa senang, rintihan kalbunya tidak pernah berhenti. Dia berdiri dihadapan Tuhannya dengan hati yang bersedih dan pikiran yang susah seraya menundukkan kepalanya dengan tubuh yang menggigil. Apabila ia teringat dosa-dosa besarnya dan kesalahan-kesalahannya yang banyak, bergejolaklah kesedihannya, menyala kembalilah kebakaran hatinya, dan bertambah deraslah cucuran airmatanya. Nafasnya tersengal-sengal dan suara rintihannya begitu membakar kalbunya. Ia menguruskan dirinya sendiri untuk perlombaan di hari esok dan meringankan dirinya dari beban keduniawian agar dapat berlalu dengan cepat di atas jembatan neraka jahannam nanti.

Berpikiran positif dan optimislah anda

bila suatu hari nanti semua urusan terlihat amat buruk

karena hal itu merupakan pertanda

akan datangnya hari lain yang dekat waktunya

yang semuanya dipenuhi oleh kegembiraan dan keceriaan

Agar Dicintai Suami

  • Istri yang shalehah selalu konsisten dalam menjalankan agama Allah lahir dan batin, tanpa ragu, malas ataupun nafsu. Tidak ada masalah antara dirinya dengan sang suaminya dalam masalah ketaatan terhadap Allah SWT dan Rasulullah saw. Senantiasa menjalankan syariat, menjauhi semua larangan-Nya. Dia adalah istri yang sangat komitmen dengan penuh kesadaran.
  • Akhlaknya baik, sikapnya tenang, lembut dan fleksibel, ucapannya bagus, penampilannya sederhana, perilakunya konsisten, tidak dengki, tidak pula pendendam, tidak membangkang perintah suaminya, juga tidak sombong.
  • Dia menuntut ilmu syariat, mengetahui kedudukan ilmu dan keutamaannya serta urgensinya. Dia antusias dalam menuntutnya, memiliki suatu metode ilmiah yang sesuai kemampuannya. Dia meneladani para Ummahatul Mukminin dan para istri pendahulu umat ini dalam menuntut ilmu dan mengamalkannya
  • Dia mengerti kedudukan suami yang telah digariskan oleh islam. Dia menunaikan kewajibannya dengan sesempurna mungkin, berdasarkan kesadaran bahwa kewajiban ini merupakan ibadah yang mendekatkan diri kepada Allah SWT
  • Dia memiliki kepekaan untuk meminta keridhaan dari sang suami. Perasaannya kuat dan tajam. Dia memiliki wajah yang berseri-seri dan cerah yang semakin menambah kebahagiaan rumah tangganya
  • Dia siap berkorban, menafikkan pribadinya dan melupakan dirinya sendiri serta lebih mengutamakan suaminya daripada diri sendiri. Mendahulukan keridhaan suami daripada keridhaan dirinya sendiri, keiinginan suami daripada keinginannya sendiri, hal yang disukai oleh sang suami daripada yang disukai oleh dirinya sendiri. Ketaatannya dalam hal selain maksiat benar-benar tulus murni berasal dari lubuk hatinya yang paling dalam. Apabila dia kehilangan suami, seolah-olah dia kehilangan udara untuk bernafas
  • Seorang istri yang hemat, tidak boros dan tidak berbangga diri dengan harta suaminya jika sang suami kaya, tidak pula mengeluhkan sedikitnya harta jika sang suami miskin. Dia tahu kapan harus berinfak, dia dermawan dan tidak kikir, pandai mengatur keuangan dan tidak menghambur-hamburkan uang. Rela dengan pembagian dari Allah SWT dalam segala hal, puas dengan rezeki yang Allah SWT karuniakan kepadanya
  • Dia tidak tergiur dunia seperti istri lainnya yang mengoleksi banyak pakaian, jajanan, perhiasan dan emas. Sebaliknya, dia cerdas dan bersikap zuhud, dia mengoleksi perhiasan rumah tangganya di dunia dengan iman dan amal shaleh, di akhirat dengan penerimaan di sisi Tuhannya
  • Dia memperhatikan kecantikan diri, menebar aroma harum, membuat suasana rumah menjadi nyaman
  • Berterima kasih kepada suami atas kerja keras dan kelelahannya dalam mencukupi diri dan anak-anaknya. Berterima kasih juga atas terpenuhinya kebutuhan primer, seperti makanan dan minuman yang diusahakan suami. Senantiasa mendoakan suami agar memperoleh ganjaran dan pahala pengganti dari jerih payahnya serta tidak mengingkari kenikmatan yang diberikan suami
  • Berbakti kepada keluarga suami, yakni orang tua dan saudara-saudaranya serta menjalin silaturahim dengan mereka dala rangka menyenangkan hati suami sekaligus menjalankan perintah Allah SWT
  • Dia adalah seorang istri yang cerdas dan bijaksana, tidak mengeluhkan suaminya kepada seorang pun, meski kepada kedua orangtuanya sekalipun. Apabila suatu masalah menjadi serius, dia bersama suaminya berkonsultasi kepada ulama yang bertakwa dan shaleh, itupun dalam batasan yang paling ketat. Dia tidak membocorkan rahasia-rahasia rumah tangganya, menasehati suaminya untuk menjaga adab, bersikap tawadhu, cinta dan berakhlak baik
  • Dia tetap tinggal di rumahnya. Dia keluar rumah untuk suatu keperluan, bukan untuk memuaskan hawa nafsu ataupun menghabiskan waktunya. Apabila hendak keluar rumah, dia meminta izin dari suami. Dia keluar rumah dengan pakaian menutup aurat, tidak memakai wewangian, berjalan dengan sikap tawadhu dengan penuh adab, penuh rasa malu dan tenang. Dia tidak menggubris suara-suara yang ditujukan kepadanya di jalanan dan tidak memakai gelang kaki ataupun sepatu yang berbunyi sewaktu dipijakkan ke tanah
  • Dia menaruh perhatian besar pada pendidikan islam yang benar dan sempurna bagi anak-anaknya, bukan sekedar kulit dan penampilan. Targetnya adalah menyiapkan sebuah generasi shaleh mujahid yang mengusung panji dakwah menjalankan perintah Allah SWT
  • Istri yang shaleh sangat menjaga waktu dan mengerti betul untuk apa dia menggunakannya. Dia tidak memiliki waktu untuk bergosip, membicarakan dunia atau bersenda gurau. Majelisnya hanyalah majelis-majelis dzikir, perdamaian antar manusia, amar ma’ruf dan nahi munkar
  • Istri shalehah senantiasa beribadah kepada Allah, banyak berdzikir, bertahajjud, bersedekah, banyak berpuasa dan khusyu. Dia mengenakan pakaian kewibawaan dan ketenangan. Ambisinya tinggi untuk melanjutkan ibadah ke tingkat yang lebih tinggi setelah menunaikannya. Dia tidak jemu dan tidak malas, meneladani para Ummahatul Mukminin dan para istri kaum salaf yang ahli ibadah dan shalehah
  • Dia senantiasa mengingat kematian, mempersiapkan diri untuk memasuki alam kubur. Tidak melalaikan pertemuan dengan Allah SWT dan akhirat
  • Dia adalah seorang mukminah yang berjuang dengan penuh kesabaran. Apabila diuji dengan suatu cobaan mengenai dirinya, hartanya, anaknya atau suaminya, dia bersabar dan mengharapkan pahalanya di sisi Allah SWT dan tidak marah atau mengutuk diri seperti kutukan orang-orang jahiliyah. Allah SWT senantiasa melihatnya melakukan tindakan yang disukai-Nya. Keimanan kepada qadha dan qadar betsemayam dalam kalbunya
  • Dia menyeru orang kepada Allah SWT untuk berbuat kebaikan dan mencegah keburukan, menuntun perempuan-perempuan yang lalai dengan lemah lembut menuju keamanan. Dia tidak mengambil keuntungan dari dakwahnya, tidak pula menyerang dunia laki-laki. Dia berdakwah dengan akhlak mulia. Dia tidak mengharapkan pujian ataupun bayaran dari sana-sini, tetapi mengikhlaskan amalnya, bahkan dan sebisa mungkin menyembunyikannya

7 Macam Dosa Besar

1. Menyekutukan Allah
2. Mengerjakan Sihir
3. Membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah kecuali dengan alasan yang hak
4. Memakan Riba
5. Memakan harta anak yatim
6. Lari dari medan perang
7. Menuduh berzina wanita-wanita yang terpelihara kehormatannya yang dalam keadaan lalai lagi beriman

6 Resep Saat Tertimpa Musibah

  1. Percaya sepenuhnya kepada Allah
  2. Semua yang Allah telah takdirkan akan terjadi
  3. Sabar adalah senjata paling ampuh yang dipergunakan oleh orang-orang yang mendapat ujian
  4. Jika anda tidak sabar apa yang bisa anda lakukan? Dan anda tidak akan terbantu hanya dengan perasaan resah
  5. Mungkin saja anda akan berada dalam kondisi yang lebih jelek daripada kondisi yang anda hadapi sekarang
  6. Dari waktu ke waktu jalan keluar akan selalu terbuka

6 Cara Meraih Kebahagiaan Hakiki

Menurut Imam Sayfi’i ada 6 cara untuk meraih kebahagiaan hakiki yaitu :

  • Kecerdasan

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal” (QS. Ali Imron : 190)

“(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka” (QS. Ali Imron : 191)

“Aku mengikuti prasangka hamba-Ku” (Hadist Qudsi)

  • Perhatian

Perhatian disini ialah bagaimana orang itu lebih memperhatikan akhiratnya daripada dunianya tapi bukan berarti harus melulu beribadah terus tanpa bekerja karena Rasulullah saw juga bekerja sebagaimana kita dan beliau juga menikah yang mana bekerja dan menikah adalah hal yang duniawi. Jadi selain bekerja dan hal-hal dunia lainnya (selain hal maksiat) kita juga tidak boleh lupa akan akhirat kita, kita juga harus lebih memberikan perhatian ekstra apakah ibadah yang kita lakukan itu sudah benar dan berusaha untuk terus menambah intensitas ibadah dan amal shalih. Demi akhirat

  • Kesungguhan

Berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mewujudkan keinginan kita agar dapat menikmati akhirat nanti. Jangan hanya berdoa saja tanpa ibadah, walaupun berdoa 10 kali sehari tapi tidak shalat dan terus-terusan bermaksiat yang ada hanya harapan kosong. Jadi bersungguh-sungguhlah, berusahalah sebisa mungkin untuk terus beribadah, jangan lupa amal shalihnya.

  • Biaya

Dalam mempelajari syariat islam kita tentunya memerlukan biaya. Lalu bagaimana dengan orang-orang yang tidak mampu ?

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya” (QS. Al-Baqarah : 286)

Tapi alangkah baiknya bagi anda yang diberikan kelebihan untuk membantu orang-orang yang tidak mampu yang ingin mempelajari islam, atau membantu untuk meringankan kesusahan orang-orang fakir asal jangan membantu orang yang kesusahan ingin berbuat maksiat.

“Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya” (QS. Al-Baqarah : 286)

  • Bimbingan orang yang lebih pintar

Maksud berteman dengan orang-orang yang pintar di sini ialah orang-orang yang pintar dalam hal agama bukan pintar dalam bermaksiat, berteman dengan orang-orang shalih banyak mendatangkan keuntungan buat kita sendiri yaitu mereka dapat menasihati kita pada saat kita melakukan perbuatan yang bertentangan dengan syariat islam, membantu kita supaya tetap istiqomah di jalan Allah ini.

Tapi hal ini bukan berarti kita harus menjauhi orang-orang yang hidupnya bergelimangan maksiat, kalau anda merasa bahwa anda adalah tipe yang bisa mempengaruhi maka ajaklah pelaku maksiat itu secara perlahan-lahan untuk mengikuti jalan Allah tetapi jika anda tipe yang mudah terpengaruh maka anda harus memutuskan untuk menjauhi mereka.

  • Waktu yang panjang

Teruslah untuk melakukan amal shalih dan jangan pernah berhenti untuk menebar kebajikan di sekitar anda. Perpanjanglah waktu shalat anda dan jangan terburu-buru ingin segera mengakhirkan shalat, karena pada saat shalat itulah kita benar-benar berhadapan dengan Sang Pencipta, konsentrasikan pikiran anda dan kurangilah pikiran tentang dunia pada saat shalat.

Memang bukan hal mudah untuk membuat pikiran kita tidak melayang-layang pada saat shalat tapi juga bukan hal yang mustahil selama kita terus mencobanya. Ingat jangan pernah menyerah untuk terus berdekatan dengan Allah

41 Cara Menyambut Malaikat Maut

  1. Dengan iman kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, hari akhir dan kepada takdir yang baik maupun yang buruk
  2. Dengan senantiasa memelihara shalat lima waktu tepat pada waktunya dengan berjamaah di masjid bersama kaum muslimin, disertai dengan kekhusyukan dan perenungan makna-maknanya. Sedangkan shalatnya kaum wanita di dalam rumah adalah lebih utama
  3. Dengan mengeluarkan zakat yang diwajibkan tepat pada waktunya, sesuai dengan ukuran dan kriterianya berdasarkan syara’
  4. Dengan berpuasa ramadhan di dasari keimanan dan mengharap pahala dari Allah
  5. Dengan haji mabrur, karena tidak ada balasan bagi haji mabrur ini melainkan surga. Sedangkan umroh pada bulan ramadhan setara dengan menunaikan haji bersama Nabi saw
  6. Dengan mengerjakan ibadah-ibadah sunnah tambahan (nafilah), yaitu ibadah selain fardhu, baik berkenaan dengan shalat, zakat, puasa maupun haji. Allah SWT berfirman dalam hadist qudsi : “Dan hamba-Ku masih saja mendekat kepad-Ku dengan ibadah-ibadah nafilah, sehingga Aku mencintainya”
  7. Dengan segera bertaubat yang setulus-tulusnya dari segala kemaksiatan dan kemungkaran, dan dengan berjanji untuk selalu mengisi waktu-waktu yang ia miliki dengan banyak beristighfar, berdzikir, serta melaksanakan segala jenis ketaatan lain.
  8. Dengan memurnikan ibadah kepada Allah (ikhlas kepada-Nya), dan meninggalkan riya’ dalam segala hal. Allah SWT berfirman : “Mereka tidaklah diperintahkan agar beribadah kepada Allah dengan memurnikan kepatuhan kepada-Nya dalam melaksanakan agama dengan lurus” (QS. Al-Bayyinah : 5)
  9. Dengan mencintai Allah dan rasul-Nya. Kecintaan kepada Allah tidak akan terwujud kecuali harus disertai dengan kecintaan kepada Nabi Muhammad saw, sebagaimana yang difirmankan oleh Allah : “Katakanlah, jika kau (benar-benar) mencintai Allah, maka ikutilah aku niscaya Allah akan mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu” (QS. Ali Imron : 31)
  10. Dengan memberikan kecintaan karena Allah dan benci karena Allah pula, serta memberikan loyalitas karena Allah. Ini berarti mencintai perbuatan yang Allah cintai seperti beribadah, berdzikir dan melakukan amal kebajikan, benci karena Allah berarti membenci hal-hal yang tidak disukai Allah seperti zinah, ghibah, serta perbuatan maksiat lainnya.
  11. Dengan rasa takut kepada Allah Yang Maha Mulia, mengamalkan kandungan Al-Qur’an, ridha dengan yang sedkit, dan mempersiapkan diri menghadapi hari perjalanan menuju hisab. Ini adalah hakikat takwa
  12. Dengan bersabar dalam menghadapi cobaan, bersyukur ketika memperoleh kelonggaran, selalu merasa diawasi oleh Allah, baik dalam keadaan sembunyi maupun terbuka, serta dengan mengharap anugerah dan karunia yang ada di sisi-Nya
  13. Dengan bertawakal (pasrah) seutuhnya kepada Allah SWT. Allah berfirman “Hanya kepada Allah-lah hendaknya kamu bertawakal, jika kamu benar-benar orang yang beriman” (QS. Al-Maidah: 23)
  14. Dengan menuntut ilmu yang bermanfaat, serta berusaha menyebarkan dan mengajarkannya. Allah SWT berfiman “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa tingkat” (QS. Al-Mujadilah: 11) dan juga firman Allah SWT “Hendaklah kamu menerangkan isi kitab itu kepada manusia dan jangan sampai kamu menyembunyikannya” (QS. Ali Imron: 187)
  15. Dengan mengagungkan Al-Qur’an. Yaitu dengan cara mempelajarinya, mengajarkannya, menjaga batasan-batasan dan huku-hukumnya, serta mengenali apa yang dihalalkan dan apa yang diharamkannya. Nabi saw bersabda “Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya” (HR. Bukhari)
  16. Dengan jihad di jalan Allah, bersiaga selalu dan berjaga di perbatasan musuh, serta tidak lari dari medan laga. Nabi saw bersabda “Janganlah kamu mengharap-harap bertemu musuh dan mohonlah kesehatan kepada Allah. Namun jika kamu bertemu dengan mereka, bersabarlah. Ketahuilah bahwa surga itu di bawah naungan pedang” (Muttafaqun ‘alaih)
  17. Dengan menjaga lidah dari hal-hal yang haram seperti dusta, ghibah (menggunjing), mengadu domba dan memfitnah, mencaci, mengutuk, serta berkata dan bernyanyi kotor. Nabi saw bersabda “siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhi hendaklah berkata baik atau (memilih) diam” (Muttafaqun ‘alaih)
  18. Dengan memenuhi janji, menunaikan amanat kepada yang berhak, serta tidak berkhianat dan menipu. Allah SWT berfirman “Penuhilah janji-janjimu” (QS. Al-Maidah :1) dan “hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya” (QS. Al-Baqarah : 283)
  19. Dengan meninggalkan zina, minum-minuman keras, membunuh jiwa, berbuat zhali, mencuri, makan harta orang lain secara bathil, makan barang riba, dan makan segala yang tidak menjadi haknya menurut syara’. Allah SWT berfirman “Katakanlah, sesungguhnya Rabbku mengharakan perbuatan keji yang tampak maupun yang tersembunyi” (QS. Al-A’raf : 33)
  20. Dengan bersikap wara’ dalam hal makanan dan minuman, serta menjauhi barang yang tidak halal.
  21. Dengan berbakti kepada kedua orang tua, bersilaturahmi, mengunjungi saudara dan bersabar menghadapi gangguan mereka, serta berbuat baik kepada orang lain yang berada dekat dengan kita maupun yang jauh.
  22. Dengan menjenguk orang yang sakit, berziarah kubur dan mengiringi jenzah. Sebab, itu semua akan mengingatkan kepada akhirat dan menganggap rendah dunia.
  23. Dengan tidak mengenakan pakaian dan aksesoris yang diharamkan, seperti sutra, emas dan isbal (memanjangkan pakaian hingga melampaui mata kaki) bagi kaum pria, atau menggunakan bejana-bejana yang terbuat dari emas dan perak untuk makan dan minum. Semuanya itu hukumnya haram.
  24. Dengan memakai jilbab yang sempurna dan menutupi aurat bagi kaum wanita, yang tidak bisa menggambarkan lekuk tubuhnya dan juga tidak tipis, tidak menarik pandangan orang lain untuk melihatnya dan tidak menimbulkan fitnah, serta menjauhi tasyabbuh (meniru-niru, menyerupai) kaum wanita kafir dalam berpakaian, dimana pakaian yang mereja kenakan itu memang sengaja dibuat untuk menimbulkan fitnah dan membangkitkan nafsu birahi.
  25. Dengan sederhana dalam membelanjakan harta, menjaga nikmat, dan tidak berbuat tabdzir (pemborosan)
  26. Dengan meninggalkan perbuatan khianat, dengki, iri hati, permusuhan, kebencianm serta menggunjing harga diri kaum muslimin dan muslimat tanpa ada alasan yang benar.
  27. Dengan memerintahkan yang makruf dan mencegah yang mungkar, menyeru kepada Allah dengan menempuh jalan hikmah dan bimbingan yang baik.
  28. Dengan berbuat adil terhadap sesama manusia serta saling menolong dalam kebajikan dan takwa
  29. Dengan berpegang kepada akhlak mulia seperti rendah diri, penyayang, sabar, malu, pemaaf, menahan marah, dan murah hati, serta tidak sombong, menipu, angkuh, congkak dan sebagainya.
  30. Dengan menunaikan hak-hak anak dan istri sesempurna mungkin, serta mengajarkan kepada mereka urusan agama yang mereka butuhkan.
  31. Dengan menjawab salam dan memberi salam, menyambut doa orang yang bersin, memuliakan tamu dan tetangga, serta menutupi aib orang sebisa mungkin.
  32. Dengan hidup zuhud di dunia (tak berlebih-lebihan dengan dunia) dan memendekkan angan-angan sebelum sampai ajalnya.
  33. Dengan sikap cemburu terhadap harga diri, menahan pandangan dari melihat hal-hal yang diharamkan di jalanan atau melalui layar televisi, dan internet.
  34. Dengan berpaling dari kesia-siaan, senda gurau dan permainan, serta mengambil hak-hak yang berharga dan meninggalkan segala hal yang tiada artinya.
  35. Dengan mencintai para sahabat Nabi saw, berlepas diri dari kebencian terhadap mereka atau mencaci mereka
  36. Dengan mendamaikan antara sesama manusia dan mendekatkan arah pandangan antara kedua belah pihak yang bertikai, sehingga hilang perselisihan dan perpecahan tidak semakin melebar.
  37. Dengan tidak mendatangi dukun, ahli nujum, tukang sihir, tukang ramal dan sejenisnya. Rasulullah saw bersabda “Siapa yang mendatangi dukun atau tukang ramal lalu membenarkan kepada apa yang dikatakannya, berarti dia telah kufur terhadap apa yang telah diturunkan kepada Muhammad” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi)
  38. Dengan mematuhi suami bagi seorang istri, serta menjaga hartanya, anaknya dan ranjangnya
  39. Dengan meninggalkan perbuatan bid’ah dalam beragama, serta tidakmenyeru kepada kebatilan dan kesesatan
  40. Dengan tidak menyambung rambut bagi wanita, tidak mentato, tidak mencukur ais, serta tidak merenggangkan gigi dan meruncingkannya.
  41. Dengan tidak memata-matai kaum muslimin dan tidak mengungkap aib mereka, serta tidak menyakiti mereka

37 SIFAT BURUK YANG HARUS DIJAUHI SUAMI


1. Tidak tepat dalam memilih istri ;

2. Melalaikan istri dan tidak memberi nafkah ;

3. Memukul Istri dengan keras dan menghinakannya ;

4. Memberi Mudharat kepada Istri dengan melakukan ila’ (seorang laki-laki yang marah pada istrinya, lalu ia bersumpah untuk tidak mendekatinya) melebihi batas ketentuan Allah ;

5. Menyusahkan istri untuk menghilangkan hak-haknya ;

6. Menggauli istri yang sedang haid dan nifas ;

harat kepada Istri dengan melakukan ila’ (seorang laki-laki yang marah pada istrinya, lalu ia bersumpah untuk tidak mendekatinya) melebihi batas ketentuan Allah ;

5. Menyusahkan istri untuk menghilangkan hak-haknya ;

6. Menggauli istri yang sedang haid dan nifas ;

7. Mendatangi wanita pada duburnya ;

8. Menyebarkan rahasia istri kepada rekan-rekannya ;

9. Tidak mengajarkan Islam kepada istri dan membiarkannya melakukan perbuatan-perbuatan haram ;

10. Berusaha mengubah tabiat istri dengan kekerasan ;

11. Melalaikan pendidikan anak ;

12. Terlalu lama meninggalkan istri ;

13. Curiga dan berprasangka buruk terhadap istri ;

14. Tidak bersikap adil diantara para istri ;

15. Tidak membantu istrinya yang lelah ;

16. Menyempitkan nafkah untuk istri ketika lapang ;

17. Tidak sabar menghadapi tabiatnya ;

18. Menzholimi ibu demi istri ;

19. Memaksa istri untuk melakukan yang haram ;

20. Terperosok ke dalam fitnah istri dan anak ;

21. Meninggalkan bercanda dan bergurau ;

22. Mengabaikan adab-adab Islam terhadap istrinya ;

23. Tidak memperhatikan atau menjaga kesehatan istri ;

24. Hidup dengan satu irama (tidak ada inovasi) ;

25. Melecehkan istri karena keluarganya ;

26. Berlebihan dalam menetapkan standar ideal ;

27. Suami menganggap dirinya selalu benar ;

28. Terlalu sensitif terhadap perkataan istri ;

29. Tidak menghargai kondisi khusus wanita ;

30. Besar pasak dari pada tiang ;

31. Otoriter terhadap istri dan anak-anak ;

32. Melarang istri untuk berbakti kepada keluarganya ;

33. Tidak mengikuti petunjuk Islam dalam memperbaiki istri yang membangkang ;

34. Menjatuhkan talak kepada istri yang sedang haid ;

35. Menjatuhkan talak tiga sekaligus ;

36. Mengeluarkan istri dari rumahnya setelah talak Roj’i

37. Menyiarkan keburukan istri setelah mentalaknya.

15 SEBAB DICABUTNYA BERKAH


Artikel ini merupakan kiriman dari teman saya yang bernama Anang di Samarinda

Berkah adalah sesuatu yang tumbuh dan bertambah, sedangkan tabarruk adalah do’a seorang manusia atau selainnya untuk memohon berkah.

Allah SWT menjadikan berkah hanya bagi hamba-hamba Nya yang beriman, bertaqwa dan shaleh. Firman Allah dalam surat Al-A’raaf ayang 96 yang artinya “Jikalau sekiranya penduduk negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi…”

Beberapa sebab dicabutnya Berkah :

1. Tidak adanya Taqwa dan Tidak takut kepada Allah SWT.

Jika anda tidak bertaqwa dan tidak takut kepada Allah SWT, maka tidak ada kebaikan dan berkah di dalam kehidupan anda, Anda tidaklah dinamakan sebagai orang yang benar-benar beriman.

2. Tidak Ikhlas dalam beramal.

Allah SWT tidak memberikan berkah-Nya untukmu bila engkau tidak menyiramkan air keikhlasan terhadap amal perbuatanmu.

3. Tidak menyebut nama Allah SWT dalam setiap perbuatan dan tidak melakukan Dzikir serta Ibadah kepada-Nya.

Setiap perbuatan yang tidak diawali dengan Bismillah, maka perbuatan itu terputus untuk memperoleh kebaikan dan berkah, bahkan perbuatan anda tersebut akan disertai syetan. Segala sesuatu yang berhubungan dan disertai syetan, maka berkahnya terhapus.

4. Memakan barang yang haram dan yang dihasilkan dari perbuatan haram.

Allah SWT tidak akan memberkahi harta yang engkau dapatkan dari jalan yang haram, karena itulah yang akan menyebabkanmu harus menerima azab dan siksa Allah.

5. Tidak berbakti kepada kedua orang tua dan menyia-nyiakan hak anak. Tidak ada kebaikan dan keberkahan dalam kehidupanmu jika engkau tidak berbakti kepada orang yang menyebabkan keberadaanmu di dalam kehidupan ini, yang lelah terjaga saat malam karenamu ; agar engkau menjadi manusia yang shaleh.

6. Memutus tali silaturahmi dan hubungan kekerabatan.

Allah SWT tidak akan memberkati harta, tempat tinggal, umur dan anakmu jika engkau tidak menjalin hubungan silaturahmi dengan kaum kerabat dan saudara kandungmu.

7. Sikap Bakhil dan tidak mau berinfak.

Allah SWT tidak akan memberkahi harta yang hanya disimpan oleh pemiliknya dan enggan untuk menginfakkannya, karena perbuatan tersebut adalah perbuatan bakhil yang sangat tercela dan dibenci.

8. Tidak bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya.

Tidak ada kebaikan dan keberkahan dalam setiap hidup, jika seseorang dalam setiap aktifitasnya hanya bersandar pada usahanya saja tanpa menyandarkan dirinya pada Allah.

9. Tidak Ridha terhadap apa yang diberikan Allah dan tidak pernah merasa puas ( tidak qana’ah)

Tidak akan ada kebaikan dan keberkahan dalam kehidupanmu jika engkau tidak ridha terhadap apa-apa yang diberikan Allah kepadamu, dan tidak merasa puas dengan apa yang ada padamu. Ketika itu engkau dalam keadaan terhina disisi Allah.

10. Melakukan perbuatan maksiat dan dosa, serta enggan bertaubat dan beristighfar.

Tidak akan ada kebaikan dan keberkahan pada harta ahli maksiat dan tidak akan ada keberkahan dan pertumbuhan pada harta seorang pendosa. Karena Allah SWT telah menjanjikan kepada ahli maksiat dan pendosa akan kehidupan yang sempit dan sulit.

11. Tidak mendidik anak dengan ajaran agama

Anak kita adalah tumpuan hati kita, pengharum jantung kita, pewangi aroma dunia dan buah kehidupan kita. Siapa saja yang berlaku buruk terhadap anak maka ia telah merugi dan telah melakukan ketidakpatutan. Anak kita adalah madu kehidupan kita.

12. Berbuat kerusakan dan keburukan dimuka bumi

Tidak akan ada kebaikan ataupun keberkahan dalam kehidupan orang-orang yang melakukan kerusakan di muka bumi ini. Karena mereka berhak mendapatkan laknat dari Allah.

13. Tidak bersyukur kepada Allah atas nikmat-Nya.

Jika kau tidak mensyukuri nikmat Allah yang telah diberikan-Nya, maka tidak akan ada kebaikan, keberkahan dan kebahagiaan dalam seluruh kehidupanmu. Maka jadilah engkau termasuk orang-orang yang kufur.

14. Pertengkaran dan perselisihan antara suami-istri.

Tidak ada kebaikan dan keberkahan, juga tidak ada kebahagiaan dalam kehidupan seluruhnya jika terdapat percekcokan, pertengkaran dan perselisihan, apapun penyebabnya. Terlebih jika semua itu terjadi diantara pasangan hidup, laki-laki dan perempuan yang diikat oleh perjanjian yang kuat lagi kokoh.

15. Mendoakan kecelakaan bagi diri sendiri, anak-anak dan harta benda.

Tidak ada kebaikan dan keberkahan pada dirimu, anakmu atau harta bendamu jika engkau mendoakannya dengan kecelakaan, karena terkadang Allah mengabulkan doamu pada saat itu, maka terjadilah musibah dan engkau menyesal ketika penyesalan tak berguna lagi.

12 Kunci Meraih Keberhasilan


Dunia ini bila suatu hari penuh dengan tawa ria

maka pada keesokan harinya akan penuh dengan tangisan

  • Kunci kemuliaan adalah taat kepada Allah dan rasul-Nya
  • Kunci rizki adalah usaha dibarengi istighfar dan takwa
  • Kunci surga adalah tauhid (syahadat tauhid dan syahadat rasul)
  • Kunci iman adalah membaca ayat-ayat Allah dan tanda-tanda kebesaran yang ada pada semua makhluk-Nya
  • Kunci kebaikan adalah jujur
  • Kunci hidupnya kalbu adalah merenungi Al-Qur’an, mendekatkan diri kepada Allah di penghujung malam hari, dan meninggalkan dosa-dosa
  • Kunci ilmu adalah tidak malu untuk bertanya dan mendengar dengan baik
  • Kunci kemenangan dan keberuntungan adalah sabar
  • Kunci kebahagiaan adalah takwa
  • Kunci menambah nikmat adalah bersyukur
  • Kunci menginginkan pahala akhirat adalah zuhud terhadap duniawi
  • Kunci keberhasilan adalah doa

Tersenyumlah

karena senyuman itu bagaikan

bagian dari cahaya mentari

10 Kiat Meraih Kebahagiaan


Bersabarlah, karena sesungguhnya Allah

akan mengiringi kesusahan dengan kemudahan

mudah-mudahan kesusahan itu akan lenyap dengan segera

  1. Biasakanlah diri anda melakukan pekerjaan yang anda sukai. Jika pekerjaan itu tidak mudah anda lakukan, isilah waktu-waktu senggang anda untuk menyalurkan hobi yang paling anda sukai, kemudian dalamilah ia
  2. Perhatikanlah kesehatan fisik, karena sesungguhnya kesehatan fisik adalah jiwa kebahagiaan, yaitu dengan mengatur pola makan dan minum tanpa berlebihan, membiasakan olahraga, dan menjauhi kebiasaan buruk dan merugikan
  3. Hendaklah anda mempunyai sasaran dalam hidup anda, karena sesungguhnya hal tersebut akan membangkitkan gairah dan semangat anda
  4. Jalani hidup menurut apa adanya dan terima segala sesuatunya, baik yang manis maupun yang pahit dengan hati yang lapang.
  5. Hayati hidup yang sedang dijalani, jangan menyesali hal yang sudah berlalu, dan jangan pula memusingkan hari esok yang belum tiba
  6. Gunakanlah pikiran anda sebelum melakukan pekerjaan apapun atau keputusan apapun, agar kelak tidak mencela orang lain atas keputusan anda dan apa yang bakal anda peroleh nanti
  7. Senantiasa memandang orang yang berada di bawah anda
  8. Biasakanlah diri anda untuk murah senyum, berjiwa periang, dan berteman dengan orang-orang yang optimistis
  9. Hendaklah anda berbuat untuk membahagiakan orang lain agar berolah harumnya kebahagiaan
  10. Pergunakanlah berbagai kesempatan yang cerah lagi indah dan anggaplah itu sebagai terminal keharusan bagi kebahagiaan

Kata Mutiara Hari Ini

Nikmatilah hari ini dan berpeganglah padanya

carilah faktor yang dapat mencegah

terjadinya hal yang menyakitkan

sebelum ia menimpa anda

10 Jurus Menggapai Cinta Allah


  • Baca Qur’an sambil hayati dan pahami makna yang dikandungnya, seperti saat kita menghayati kitab yang dihafal dan dijelaskan oleh seseorang untuk dipahami apa yang dimaksud oleh pengarangnya ;
  • Dekatkan diri pada Allah dengan melaksanakan shalat-2 sunnah sesudah menjalankan shalat fardu. Sesungguhnya hal itu bisa mengatarkan seseorang ketingkatan “orang yang dicintai” setelah ia mencapai tingkatan “orang yang mencintai” ;
  • Biasakan berzikir setiap saat, dengan lisan, hati maupun perbuatan. Ketentuan kadar cinta seseorang dihitung berdasarkan kadar zikirnya ;
  • Mendahulukan cinta pada Allah daripada cinta terhadap hawa nafsu. Berusaha menggapai Cinta-Nya meski jalan yang ditempuh amat sulit ;
  • Selalu menyebut asma dan sifat-sifat Allah, merasakan kehadirannya dan mengenalinya. Siapa telah mengenal Allah berikut asma-asma-Nya, sifat-2 Nya dan kehendak Nya, niscaya dia akan mencintai-Nya ;
  • Merasakan kebaikan dan kenikmatan yang dikaruniakan Allah, baik yang tampak maupun yang tidak. Sesungguhnya hal itu bisa menimbulkan perasaan cinta terhadap Nya ;
  • Serahkan diri sepenuhnya kepada Allah ;
  • Bermunajat dan menyendiri tengah malam sambil membaca Al-Qur’an, lalu mengakhirinya dengan beristigfar dan bertaubat ;
  • Berteman dengan orang-orang yang benar-benar mencintai Allah, memetik pelajaran berharga dari mereka. Jangan bicara kecuali jika anda merasa yakin bahwa apa yang anda ucapkan itu membawa maslahat dan bermanfaat bagi anda dan orang-orang disekitar anda;
  • Hindari terhadap hal-hal yang bisa menghalangi hati untuk mengingat Allah
( Kiriman Bapak Anang )

10 Hal yang Menyebabkan Hati Kalian Mati


  • Kalian yakin kepada Allah, namun kalian tidak memenuhi haknyaContohnya : yakin kepada Allah, tapi tidak mau beribadah dan terus melakukan maksiat sambil berharap bahwa Allah akan mengampuni dosa-dosa
  • Kalian membaca Al-Qur’an, namun kalian tidak mengamalkan isinya

Contohnya : tahu bahwa zina itu haram tapi masih tetap dilakukan juga dengan alasan lebih takut ditinggal pacar atau takut tidak bisa hidup dan berfikir zina adalah jalan cepat mendapatkan harta dunia, daripada takut kepada Allah Swt

  • Kalian mengaku cinta kepada Nabi Saw, namun kalian meninggalkan sunnahnya

Contohnya : Mengakui secara pasti kecintaannya kepada Rasulullah saw tetapi sunnah-sunnahnya tidak diikuti atau malah membencinya misalnya : sangat membenci sedekah/infaq/zakat karena takut kalau bersedekah/berinfaq/dan membayar zakat akan mengurangi bahkan menghabiskan hartanya.

  • Kalian mengaku memusuhi setan, namun kalian menuruti keinginannya

Contohnya :Memberi sesajen ke laut, sesajen kegunung berapi, berdoa dan meminta kepada kuburan -kuburan keramat.

  • Kalian berkata ‘Kami cinta surga’, namun kalian tidak beramal untuk mendapatkannya
  • Kalian berkata ‘Kami takut pada neraka’, namun kalian korbankan jiwa kalian padanya
  • Kalian berkata ‘Sesungguhnya kematian itu benar’, namun kalian tidak mempersiapkan diri untuk menyambutnya
  • Kalian sibuk dengan aib orang lain, namun kalian lupa dengan aib kalian sendiri

Contohnya : Ngerumpi, dan menciptakan fitnah

  • Kalian memakan nikmat dari Rabb kalian, namun kalian tak mensyukurinya

Contohnya : Selalu merasa tidak puas dan kurang dengan semua yang telah Allah berikan bahkan ada yang mengucapkan terima kasih saat diberi nikmat yang banyak tetapi bukan kepada Allah malah kepada kuburan yang dianggap keramat dengan memberi sesaji atau tempat sejenisnya yang semuanya cuma ciptaan Allah.

  • Kalian mengubur orang-orang yang mati diantara kalian, namun kalian tidak mengambil pelajaran dari mereka.

10 Hal yang Menyebabkan Hati Kalian Mati


  • Kalian yakin kepada Allah, namun kalian tidak memenuhi haknyaContohnya : yakin kepada Allah, tapi tidak mau beribadah dan terus melakukan maksiat sambil berharap bahwa Allah akan mengampuni dosa-dosa
  • Kalian membaca Al-Qur’an, namun kalian tidak mengamalkan isinya

Contohnya : tahu bahwa zina itu haram tapi masih tetap dilakukan juga dengan alasan lebih takut ditinggal pacar atau takut tidak bisa hidup dan berfikir zina adalah jalan cepat mendapatkan harta dunia, daripada takut kepada Allah Swt

  • Kalian mengaku cinta kepada Nabi Saw, namun kalian meninggalkan sunnahnya

Contohnya : Mengakui secara pasti kecintaannya kepada Rasulullah saw tetapi sunnah-sunnahnya tidak diikuti atau malah membencinya misalnya : sangat membenci sedekah/infaq/zakat karena takut kalau bersedekah/berinfaq/dan membayar zakat akan mengurangi bahkan menghabiskan hartanya.

  • Kalian mengaku memusuhi setan, namun kalian menuruti keinginannya

Contohnya :Memberi sesajen ke laut, sesajen kegunung berapi, berdoa dan meminta kepada kuburan -kuburan keramat.

  • Kalian berkata ‘Kami cinta surga’, namun kalian tidak beramal untuk mendapatkannya
  • Kalian berkata ‘Kami takut pada neraka’, namun kalian korbankan jiwa kalian padanya
  • Kalian berkata ‘Sesungguhnya kematian itu benar’, namun kalian tidak mempersiapkan diri untuk menyambutnya
  • Kalian sibuk dengan aib orang lain, namun kalian lupa dengan aib kalian sendiri

Contohnya : Ngerumpi, dan menciptakan fitnah

  • Kalian memakan nikmat dari Rabb kalian, namun kalian tak mensyukurinya

Contohnya : Selalu merasa tidak puas dan kurang dengan semua yang telah Allah berikan bahkan ada yang mengucapkan terima kasih saat diberi nikmat yang banyak tetapi bukan kepada Allah malah kepada kuburan yang dianggap keramat dengan memberi sesaji atau tempat sejenisnya yang semuanya cuma ciptaan Allah.

  • Kalian mengubur orang-orang yang mati diantara kalian, namun kalian tidak mengambil pelajaran dari mereka.

10 Hal yang Harus Dihindari

  • Tidak, anda tidak akan menghabiskan usia anda untuk hal-hal sepele, seperti suka mengadakan pembalasan dan berdebat tentang hal-hal yang tidak mengandung kebaikan
  • Tidak, anda tidak akan menghasilkan uang dan menghimpunnya dengan mengorbankan kesehatan, kebahagiaan, tidur dan ketenangan anda
  • Tidak, anda tidak akan mencari-cari kesalahan orang lain, mengumpat mereka, dan melupakan kekurangan yang ada pada diri sendiri
  • Tidak, anda tidak akan membenamkan diri ke dalam kesenangan hawa nafsu dan mengumbar segala sesuatu yang disukai dan diinginkannya
  • Tidak, anda tidak akan menyia-nyiakan waktu bersama dengan orang-orang pengangguran dan membuang-buang waktu untuk hal yang sia-sia
  • Tidak, anda tidak akan menelantarkan kesehatan fisik, kebersihan rumah, aroma yang harum, dan kerapian semuanya
  • Tidak, anda tidak akan meneguk berbagai minuman yang diharamkan, merokok, candu, dan semua kebiasaan yang buruk
  • Tidak, anda tidak akan mengingat musibah yang telah berlalu, bencana yang sudah silam, atau kekeliruan yang pernah dialami
  • Tidak, anda tidak akan melupakan akhirat, beramal untuk menyambutnya, dan lalai terhadap adegan-adegan yang akan terjadi di dalamnya
  • Tidak, anda tidak akan menghambur-hamburkan uang untuk hal-hal yang diharamkan, berfoya-foya untuk hal-hal yang dibolehkan, dan melupakan ketaatan

10 Hal yang Harus Anda Lakukan


  1. Ingatlah, Tuhan anda akan memberi ampun bagi orang yang memohon ampun, akan menerima tobat orang yang bertobat, dan akan menerima orang yang kembali ke jalan-Nya
  2. Kasihanilah orang-orang yang lemah, niscaya anda akan bahagia. Berilah orang-orang yang membutuhkan pertolongan, niscaya anda akan merasa puas. Redamlah emosi anda, niscaya anda akan selamat
  3. Berseikap optimistis, maka Allah akan beserta anda, para malaikat memohonkan ampunan buat anda, dan surga siap menanti kedatangan anda
  4. Hapuslah air mata anda dengan sikap berbaik sangka kepada Allah, Tuhan anda. Usirlah semua kesusahan dan kesedihan anda dengan mengingat nikmat-nikmat Allah yang telah dilimpahkan kepada anda
  5. Jangan anda mengira bahwa dunia diciptakan untuk melayani seseorang secara lengkap, karena pada hakikatnya tiada seorang pun dimuka bumi ini yang akan mendapatkan semua yang diinginkannya dan terbebas dari segala macam kekeruhan
  6. Jadilah diri anda seperti pohon kurma yang menjulang tinggi dengan cita-citanya yang jauh dari gangguan yang membahayakan, jika anda melemparinya dengan batu, ia akan membalasnya dengan buahnya yang masak
  7. Pernahkah anda mendengar bahwa kesedihan dapat mengembalikan apa yang sudah lewat dan kesusahan dapat memperbaiki kesalahan? Kalu begitu, tidak ada gunanya anda bersedih dan bersusah hati?
  8. Jangan anda menunggu datangnya bencana dan fitnah, tetapi tunggulah kedatangan keamanan, kedamaian, dan kesehatan, insya Allah
  9. Padamkanlah api kedengkian yang membakar dada anda dengan memberikan pakaian pemaafan yang menyeluruh terhadap setiap orang yang pernah berbuat jahat terhadap diri anda
  10. Mandi, wudhu, memakai wewangian, membersihkan gigi dan merapikan diri merupakan obat mujarab untuk menyembuhkan semua kekeruhan dan kesempitan

10 Hal yang Harus Anda Ingat


  • Jadilah anda seperti lebah yang hinggap di atas bebungaan yang harum dan ranting-ranting yang segar
  • Jangan beri kesempatan kepada diri anda untuk menyelidiki kelemahan orang lain dan mencari-cari kesalahan mereka
  • Jika Allah selalu beserta anda, mengapa anda merasa takut kepada selain-Nya? Apabila Allah menguji anda, siapa lagi yang dapat anda harapkan pertolongan-Nya?
  • Api kedengkian itu akan memakan tubuh pelakunya sendiri dan banyak cemburu itu bagaikan api yang berkobar kemana-mana
  • Jika anda tidak mempersiapkan diri sejak hari ini, maka hari esok bukan menjadi milik anda
  • Beranjaklah dengan damai dari tempat-tempat pertemuan dan perdebatan yang mengandung hal-hal yang tiada gunanya
  • Jadilah diri anda lebih cantik dan lebih indah daripada kebun yang berbunga berkat akhlak dan pekerti anda
  • Berikanlah kebajikan, niscaya anda akan menjadi manusia yang paling berharga
  • Serahkanlah urusan makhluk kepada Khaliqnya, orang dengki kepada kematian, dan musuh kepada kelupaan
  • Nikmat yang diharamkan sesudahnya akan diiringi dengan penyesalan, kekecewaan, dan siksaan

10 Hal yang Dapat Membuat Anda Menjadi Wanita Sempurna

  1. Ya, dengan tutur kata baik anda yang dapat menjalin persahabatan yang dianjurkan syariat dan menghapus semua rasa dengki.
  2. Ya, dengan ketulusan derma anda yang dapat membahagiakan orang miskin, menggembirakan orang fakir, dan mengenyangkan orang yang lapar.
  3. Ya, dengan duduk manis bersama Al-Qur’an seraya membaca, merenungi makna, mengamalkan kandungannya, bertobat, dan memohon ampun kepada-Nya
  4. Ya, dengan banyak dzikir, memohon ampun, rajin berdoa dan suka memperbaharui tobat.
  5. Ya, dengan mendidik anak-anak anda untuk mendalami agama, mengajari mereka sunnah dan membimbing mereka kep
  6. Ya, dengan senyum cantik anda yang membangkitkan rasa cinta dan menebar kasih sayang kepada orang lain.
  7. ada hal-hal yang berguna bagi mereka.
  8. Ya, dengan rasa malu dan jilbab seperti yang diperintahkan Allah kepada anda sebagai sarana memelihara diri dan kehormatan anda.
  9. Ya, dengan berteman bersama wanita-wanita yang baik dari kalangan mereka yang mempunyai rasa takut kepada Allah, menyukai pengamalan agama, dan menghormati norma-norma etika.
  10. Ya, dengan berbakti kepada kedua orang tua, bersilaturahim, menghormati tetangga dan menjamin anak-anak yatim.
  11. Ya, dengan membaca buku-buku yang bermanfaat, menelaah bacaan yang berguna, maka hal itu benar-benar merupakan hal yang amat menyenangkan lagi memberikan informasi yang benar

10 Bunga Hidup Bahagia

  • Bangun di saat menjelang fajar untuk beristighfar
  • Menyendiri untuk bertafakkur
  • Menjalin hubungan dengan orang-orang yang shalih
  • Berdzikir
  • Melakukan shalat dua rakaat dengan khusyu’
  • Membaca Al-Qur’an dengan tadabbur
  • Berpuasa pada hari yang sangat panas
  • Melakukan sedekah secara sembunyi-sembunyi
  • Meringankan beban seorang muslim
  • Berlaku zuhud terhadap sesuatu yang sifatnya fana